Nikkei 14 April Tertekan Lonjakan Kasus Covid-19, Saham Toshiba Melonjak 5% Lebih

171
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) –  Kenaikan kasus terinfeksi virus corona di Jepang menggerus keuntungan di bursa saham Tokyo pada perdagangan hari Rabu  (14/4/2021), hingga membuat banyak harga saham perbankan dan asuransi anjlok cukup signifikan. Indeks Nikkei juga dibebani oleh laporan data ekonomi yang kurang optimis.

Jepang melaporkan pertambahan kasus baru terinfeksi virus corona hari Selasa sebanyak 2516 kasus dengan lonjakan terbesar dari wilayah barat Jepang Osaka sebanyak  rekor 1.099 kasus baru. Sementara itu pemerintah Jepang berencana untuk menambahkan Prefektur Aichi ke daftar daerah yang membutuhkan pembatasan lebih ketat.

Tekanan juga datang dari turunnya imbal hasil obligasi lokal yang menekan saham perbankan dan asuransi, yield obligasi lokal 10-tahun turun menjadi 0,09% sementara imbal hasil obligasi 10-tahun AS bertahan sekitar 1,627% setelah inflasi harga konsumen AS melonjak lebih dari yang diharapkan.

Untuk laporan ekonomi yang memberatkan yaitu data pesanan mesin inti tiba-tiba turun 8,5% di bulan Februari, anjlok cukup parah dari ekspektasi  pasar untuk kenaikan 2,8% pada bulan tersebut.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks harian Nikkei ditutup turun 130,62 poin atau 0,44% lebih rendah menjadi 29620,99. Demikian untuk indeks Topix tergelincir 0,23% menjadi 1.953,80.  Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2021 bergerak positif dengan turun 170 poin atau 0,57% ke posisi 29610.

Saham perbankan dan asuransi besar yang menekan Nikkei seperti saham Mitsubishi UFJ Financial Group turun 0,46%, saham Sumitomo Mitsui Financial Group turun 0,82%, saham Dai-ichi Life Holdings turun 2,13% dan saham T&D Holdings kehilangan 3,89%. Saham yang anjlok paling dalam di Nikkei hari ini yaitu saham J.Front Retailing yang anjlok  7,42%  setelah melaporkan proyeksi laba tahunan yang mengecewakan.

Pergerakan sebaliknya terjadi pada saham Toshiba yang melonjak 5,77% di tengah laporan lebih banyak rencana tawaran untuk konglomerat, meskipun keuntungan terbatas setelah perusahaan mengumumkan pengunduran diri dari Chief Executive Officer Nobuaki Kurumatani.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here