Nikkei 16 April Diperkuat Data AS dan Cina, Mingguan Kembali Melemah

177

(Vibiznews – Indeks) –  Bursa saham Jepang menutup perdagangan pekan ini dengan menguat tipis pada hari Jumat  (16/4/2021) dan secara mingguan cetak pelemahan 2 pekan berturut. Indeks Nikkei diperkuat oleh saham-saham kapital besar dan juga eksportir pasca pelemahan yen Jepang.

Sentimen investor di kawasan Asia sedang terangkat oleh optimisme percepatan pemulihan ekonomi global merespon data ekonomi Amerika Serikat dan China yang kuat seperti lonjakan data ritel AS dan data PDB Cina periode kuartal pertama tahun ini. Sentimen juga diperkuat dengan yield obligasi lokal 10-tahun yang mendekati posisi terendah 2 minggu di 0,094% dan yiedl obligasi AS 10-tahun jatuh ke posisi terendah 5 minggu di 1,583%.

Kenaikan Nikkei terbatas hari ini kembali ditekan oleh laporan lonjakan kasus covid-19 di Jepang, bertambah 4.576 kasus baru terinfeksi pada hari Kamis. Sementara itu, pemerintah Jepang akan menambahkan 3 prefektur yang bertetangga dengan Tokyo ke daftar daerah yang membutuhkan langkah-langkah lebih ketat untuk mengekang peningkatan infeksi virus korona.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks harian Nikkei ditutup naik 40,68 poin atau 0,14% menjadi  lebih tinggi menjadi 29683,37. Demikian untuk indeks Topix naik tipis 0,09% menjadi  1.960,87.  Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2021 bergerak positif dengan naik 110 poin atau 0,37% ke posisi 29730.

Saham terkait chip naik setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Ltd, melaporkan kenaikan laba kuartal pertama 19,4% karena permintaan chip yang kuat. Seperti saham Advantest naik 0,38%, saham Tokyo Electron naik 0,37% dan saham  Renesas Electronic naik 2,48%.

Saham Toshiba anjlok  6,03% setelah laporan bahwa perusahaan tersebut mengatakan kepada pemberi pinjaman bahwa mereka berencana untuk menolak proposal pembelian dari perusahaan ekuitas swasta CVC Capital Partners. Saham Tokyo Electric Power, turun 4,73%, merupakan persentase kerugian terbesar di Nikkei, diikuti oleh saham Sharp, kehilangan 3,07%, dan Screen Holdings turun 2,92%.

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here