Indikasi Pemulihan Ekonomi Berlanjut — Domestic Market Outlook, 19-23 April 2021 by Alfred Pakasi

358

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Indikasi pemulihan ekonomi pada triwulan I dengan perbaikan pada hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dan fase ekspansi industri dari rilis data PMI-BI.
  • Aliran modal asing agak bervariasi, dengan net capital inflow pada bursa saham dan outflow pada pasar SBN.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 1,594 ribu orang terinfeksi, 1,444 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan tinggi 90.65%, dan 43 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 19-23 April 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau lanjutkan penguatan di minggu keduanya, dengan rally di 3 hari terakhirnya. Sementara itu, bursa kawasan Asia bias menguat. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.26%, atau 15.999 poin, ke level 6,086.258. Untuk minggu berikutnya (19-23 April 2021), IHSG kemungkinan akan menguat terbatas dengan diintip oleh profit taking pendek, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.231 dan 6.394. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.883, dan bila tembus ke level 5.735.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau berakhir flat setelah 8 minggu tertekan, terutama dengan penguatan di hari terakhirnya, berada di atas level 5,5 bulan terendahnya, sementara dollar global dalam koreksi lagi, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir mendatar 0.0% ke level Rp 14,565. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan beranjak menurun, atau kemungkinan rupiah mulai bangkit menguat, dalam range antara resistance di level Rp14,637 dan Rp14,717, sementara support di level Rp14.470 dan Rp14.390.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau beranjak turun secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yields obligasi dan berakhir ke 6,506% pada akhir pekan. Ini terpicu oleh turunnya permintaan investor asing atas SBN. Sementara yields US Treasury cenderung turun namun agak rebound di akhir minggunya.

===

Bank Indonesia merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha meningkat pada triwulan I 2021. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 4,50%, membaik dari -3,90% pada triwulan IV 2020. Peningkatan didorong oleh kinerja sejumlah sektor yang telah positif antara lain sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, serta sektor Industri Pengolahan

Pada triwulan I-2021, kinerja sektor Industri Pengolahan diperkirakan meningkat dan berada dalam fase ekspansi. Hal itu tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 50,01%, meningkat dari 47,29% pada triwulan IV 2020, sejalan dengan peningkatan kegiatan sektor Industri Pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2021 dilaporkan BI tetap terkendali. Posisi ULN Indonesia pada akhir Februari 2021 sebesar 422,6 miliar dolar AS atau tumbuh 4,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,7% (yoy). Peningkatan pertumbuhan ULN tersebut didorong oleh ULN Pemerintah dan ULN swasta.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Kalau kita amati, pasar sering digerakkan oleh “sentiment”. Ada kalanya bergerak dengan tenang, lain kali begitu sepertinya luar biasa –“liar” sebut sebagian orang– manakala sentimen merebak kuat di antara pelaku pasar. Namun apa atau siapa yang memicu sentimen itu, dan seperti apa spekulasinya, itu yang sering tidak dipahami oleh banyak investor individual. Dalam hal ini, Vibiznews sangat familiar terhadap gonjang-ganjing pasar sedemikian itu. Mari menelusuri pasar bersama-sama, dan rebut gain Anda, karena kami ada semata untuk sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here