Review Mingguan Harga Minyak Sawit 12 – 16 April 2021

322

(Vibiznews – Commodity) – Pergerakan harga minyak sawit pada minggu kedua bulan April tahun 2021 ini dari tanggal 12 April – 16 April 2021.

Laporan persediaan dan permintaan MPOB diumumkan pada hari Senin 12 April. Setelah pada 3 minggu lalu harga minyak sawit mencapai harga tertinggi 13 tahun dan diakhir bulan mengalami penurunan lagi maka pada seminggu ini harga minyak sawit kembali turun 1.3 % karena peningkatan persediaan minyak sawit mencapai jumlah tertinggi 4 bulan.

Harga di pasar fisik April naik 30 ringgit menjadi 4,250 ringgit per ton pada hari Jumat.

Laporan bulanan Persediaan dan permintaan dari the Malaysian Palm Oil Board pada hari Senin 12 April 2021:
• Produksi minyak sawit meningkat di Peninsular Malaysia naik 31.3% menjadi 821.947 ton sedangkan Sabah naik 29.9% dan Sarawak naik 19.9% menjadi 301,503 ton. Persediaan CPO naik 12.4% menjadi 742,742 ton.
• Ekspor minyak sawit pada bulan Maret naik 31.8% menjadi 1.18 juta ton.
• Harga minyak sawit turun setelah laporan bulanan dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menyatakan bahwa persediaan akhir Maret naik 10.7% dari bulan lalu menjadi 1.45 juta ton. Persediaan meningkat diluar perkiraan ke jumlah tertinggi 4 bulan, karena peningkatan produksi dan turunnya ekspor.

USDA (US Departement of Agriculture) memperkirakan produksi CPO di 2021/22 sebesar 20 juta ton, naik dari perkiraan sebelumnya 19.5 juta ton di 2020/21 karena pemerintah akan membuka perbatasan sehingga industri bisa mempekerjaan buruh yang baru.

Pergerakan harga minyak sawit pada minggu  ke dua  di bulan April :
• Harga minyak sawit Juni pada hari Jumat 16 April 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange naik 115 ringgit ( 3.02%) menjadi 3,922 ringgit ($950.78) per ton.
• Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Kamis 15 April 2021 Di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 77 ringgit (2.06%) menjadi $3,807 ($922.69) per ton.
• Harga minyak sawit Juni pada hari Rabu 14 April 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik sedikit 4 ringgit (0.1%) menjadi 3,730 ringgit ( $903.15) per ton, setelah pada perdagangan hari ini sempat naik 1.6% karena tekanan peningkatan produksi dan krisis pengiriman global karena kekurangan container membuat harga turun kembali.
• Harga minyak sawit Juni pada penutupan pasar hari Selasa 13 April 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 74 ringgit atau 2.03% menjadi 3,724 ringgit ($900.82) per ton, setelah turun 3 % pada hari sebelumnya.
• Harga minyak sawit Juni pada penutupan pasar hari Senin 12 April 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 125 ringgit (3.32%) menjadi 3,642 ringgit ($901.09) per ton harga terendah sejak 31 Maret.

Faktor penggerak kenaikan harga minyak sawit:
• Ekspor minyak sawit Malaysia dari 1 – 15 April naik 13.1% dari bulan sebelumnya 1-15 Maret menjadi 585,510 ton menurut AmSpec Agri Malaysia.
• Permintaan biodiesel yang berbahan utama minyak sawit dari AS diharapkan meningkat karena negara tersebut sedang mencari pengganti dari etanol berbahan jagung karena persediaan jagung berkurang.
• Pasar berharap ada peningkatan ekspor dari pembeli minyak sawit dunia Cina dan India untuk mengisi persediaan mereka kembali.
• Pasar kedelai sedang volatile sehingga harga minyak kedelai juga bergerak mengikuti pergerakan harga ini demikian juga dengan minyak sawit.
• Impor minyak sawit India, pembeli terbesar minyak nabati di dunia naik 57% dari tahun lalu, mereka membeli minyak nabati tropis untuk mengurangi import minyak bunga matahari yang harganya mahal.
• Harga minyak mentah naik 1% setelah data industri melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun diluar perkiraan dan OPEC meningkatkan permintaan minyak mentah. Menguatnya harga minyak mentah membuat permintaan akan biodiesel meningkat.
• Indonesia negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, memperkirakan pemakaian biodiesel sebesar 9.6 juta kiloliter di tahun 2022 naik dari 9.2 juta kl pada tahun ini.
• Pada hari Senin the Malaysian Palm Oil Board melaporkan bahwa produksi meningkat 28% di bulan Maret, pemulihan dari penurunan selama 6 bulan. Tetapi eksportir menghadapi masalah dengan kekurangan container sehingga pengiriman tertunda dan juga meningkatnya biaya pengiriman.

Pada minggu ini yang menyebabkan penurunan harga minyak sawit:
• Pada hari Kamis pemerintah Malaysia menetapkan pajak ekspor tetap 8 % namun harga referensi naik menjadi 4,533.40 ringgit ($1,098.74) per ton.
• Persediaan minyak sawit Malaysia naik diluar perkiraan ke jumlah tertinggi 4 bulan, karena kenaikan produksi dan impor tetapi ekspor naik menurut Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan dari the Malaysian Palm Oil Board pada hari Senin.
• Persediaan minyak sawit pada akhir Maret naik 10.7% dari bulan lalu menjadi 1.45 juta ton. Kenaikan persediaan ke jumlah tertinggi 4 bulan karena meningkatnya import dan produksi.
• The US Department of Agriculture (USDA) memperkirakan bahwa produksi minyak sawit Malaysia di 2021/22 akan menjadi 20 juta ton, meningkat dari perkiraan sebelumnya 19.5 juta ton di 2020/21, dengan asumsi bahwa pemerintah Malaysia akan membuka pintu bagi buruh asing untuk bekerja lagi di perkebunan Malaysia
• Produksi di bulan April diperkirakan akan naik 11% dari bulan lalu dan ekspor diperkirakan akan naik 18%, karena peningkatan permintaan menjelang Idul Fitri dan Cina dan India akan mengisi persediaan mereka kembali. Persediaan diperkirakan akan 1.53 juta ton.

Kesimpulan :
Pada seminggu ini harga minyak sawit turun karena persediaan minyak sawit meningkat sehingga jumlahnya tertinggi 4 bulan, karena peningkatan produksi cuaca yang membaik di Indonesia dan Malaysia sehingga tanaman akan membaik.
Turunnya harga minyak sawit karena permintaan menurun akibat lockdown yang terjadi membuat kebutuhan akan bakar menurun akibat berkurangnya kendaraan yang bergerak.
Kenaikan harga dari minyak kedelai sangat mempengaruhi harga minyak sawit,apalagi harga minyak kedelai diperkirakan akan naik karena cuaca di ladang kedelai masih buruk masih dingin.
Permintaan akan biodiesel akan meningkat sejalan dengan anjuran untuk menggunakan bahan bakar nabati yang tidak merusak lingkungan dibanding penggunaan bahan bakar fossil.
Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,540 ringgit dan berikut ke 3, 430 ringgit sedangkan resistant pertama di 3,930 ringgit dan berikut ke 4,040 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here