Harga Minyak Sawit Turun, Karena Peningkatan Produksi

173

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit turun pada penutupan hari Senin karena peningkatan produksi dan di negara India importir terbesar terjadi pelonjakan penambahan pasien positif covid -19 sehingga jumlah penderita covid-19 di India terbesar di dunia.

Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Senin di Bursa Malaysia Derivatif Exchange turun 13 ringgit atau 0.35% menjadi 3,170 ringgit ($900.05) per ton, sempat turun sebesar 1.4% pada perdagangan siang hari.

Harga minyak sawit yang tinggi mengurangi permintaan dari negara lain, dan juga India sebagai importir terbesar di dunia, sedang mengalami pandemi covid dimana terjadi peningkatan yang pasien positif sehingga jumlah penderita covid – 19 terbesar di dunia.

Pada hari Minggu di New Delhi, ibu kota India tercatat 25,500 pasien covid-19 bertambah dalam 24 jam, dan dari 3 orang yang dites satu orang positif sehingga terjadi lockdown.

Sementara data di Indonesia negara produsen minyak sawit terbesar di dunia persediaan pada bulan Februari sebesar 4.04 juta ton menurut Indonesian Palm Oil Association (GAPKI) pada hari Jumat.

Perkiraan pasar produksi minyak sawit Indonesia di bulan Maret akan meningkat, sementara eksporpun dakan meningkat.

Investor memperkirakan Indonesia akan menaikan pajak ekspor minyak sawit menjadi $144 per ton di bulan Mei dari $116 perton di bulan April, setelah Malaysia menaikkan pajak ekspor pada bulan depan.

Harga minyak kedelai di Dalian naik 0.4% sementara harga minyak sawit naik 0.7%, sedangkan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0.02%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,650 ringgit kemudian ke 3,600 ringgit sementara resistant pertama di 3,720 ringgit dan berikut ke 3,780 ringgit

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here