Nikkei 20 April Anjlok ke Terendah 1 Bulan Karena Masalah Covid-19 di Jepang

187
indeks nikkei
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) –  Bursa saham Jepang alami tekanan jual cukup besar pada  perdagangan  hari Selasa  (20/4/2021) dimana hanya 16 saham saja yang ditutup dalam zona positif. Indeks Nikkei anjlok ke posisi terendah 1 bulan perdagangan dengan 32 sektor terkoreksi tajam.

Sentimen investor tertekan oleh karena meningkatnya beban kasus virus corona baru yang mengancam kota-kota besar besar yang ada di Jepang dengan keadaan darurat baru. Kondisi ini akan memperlambat pemulihan ekonomi, apalagi Osaka sebagai pusat keuangan utama Jepang melaporkan lonjakan kasus dengan pertambahan 1220 kasus baru pada hari Minggu.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks harian Nikkei ditutup turun 584,99 poin atau 1,97% menjadi 2.9100,38. Demikian  untuk indeks Topix turun 1,55% menjadi 1.926,25 dalam penurunan terbesar dalam empat minggu.  Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2021 bergerak negatif dengan turun 550 poin atau 1,85% ke posisi 29140.

Persentase saham yang anjlok paling dalam di indeks Nikkei adalah saham Marui Group Co Ltd, turun 5,82%, diikuti oleh saham Dentsu Group Inc, turun 4,46%, dan saham Daikin Industries Ltd, turun 4,28%. Sebaliknya untuk saham top gainer harian  adalah saham Kawasaki Kisen Kaisha Ltd, naik 2,19%, diikuti oleh saham Mitsui OSK Lines Ltd, naik 1,66%, dan saham Oji Holdings Corp, naik 1,4%.

Saham kelas berat Fast Retailing, yang dikenal dengan produk pakaian merek Uniqlo, turun 2,17%, sementara saham SoftBank Group kehilangan 1,84%. Demikian saham terkait semikonduktor mengikuti jejak melemahnya harga sahan perusahaan yang sama di bursa AS, seperti saham Tokyo Electron jatuh 2,3%, Advantest turun 3,2% dan Manufaktur Murata kehilangan 1,58%.

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here