Harga Minyak Sawit Naik Ke Harga Tertinggi Satu Bulan, Produksi Turun

207

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit Malaysia naik ke Harga tertinggi satu bulan dan naik selama 3 hari berturut-turut karena produksi yang berkurang dan kenaikan dari harga minyak kedelai.

Harga minyak sawit Juli pada hari Kamis naik di Bursa Malaysia Derivatives Exchange 99 ringgit atau 2.54% menjadi 3,993 ringgit ($971.41) per ton harga tertinggi sejak 23 Maret.

Laporan World Bank, bahwa minyak nabati global sedang mengalami momentum yang baik di 2021, karena persediaan turun dan peningkatan konsumsi. Harga komoditas masih baik pada saat ini karena pertumbuhan ekonomi yang membaik.

The Southern Peninsula Palm Oil Millers Association di Malaysia memperkirakan produksi selama 1 – 20 April tidak berubah dari bulan lalu, menurut para traders sehingga mengurangi harapan bahwa persediaan akan meningkat kembali.
Harga minyak kedelai lebih mahal $311 dari minyak sawit, sehingga minyak sawit bisa jadi pengganti dari minyak kedelai.

Hasil sawit Malaysia 16.73 ton minyak per ha pada tahun 2020 dengan perbandingan di 2018 sebesar 17.19 ton dan di 2017 17.89 ton, terjadi penurunan pada dua tahun terakhir. Perkiraan produksi harus mencapai 25 sampai 26 ton per ha.

Masalahnya buah yang matang tidak dapat dipanen karena kekurangan pekerja akibat pandemi Covid-19, pekerja asing yang ada di perkebunan sawit sudah tidak ada lagi.

Kekurangan pekerja menjadi masalah bagi perkebunan rakyat yang kecil, dan juga bagi perkebunan yang dikuasai perusahaan besar.
Kekurangan pekerja selain pada saat panen, juga tidak adanya yang memelihara tanaman, untuk memberi pupuk, penyemprotan hama dan lain-lain. Menurut the Malaysian Palm Oil Board (MPOB) kekurangan pekerja sebesar 31,021 orang yang biasa bekerja di 76% dari total perkebunan sawit.

Berdasarkan perhitungn the Malaysian Estate Owners’ Association (MEOA) produksi panen 1.5 ton per hari dengan pekerja 280 hari kerja per tahun, jadi kerugian sebesar 17.143 juta ton per tahun atau 20 % dari hasil panen. Kerugian dari hasil panen ini membuat kerugian produksi 17.143 juta ton CPO dan 857,000 ton biji sawit per tahun.
Produksi CPO Malaysia turun 3.76% menjadi 19.1 juta ton pada tahun 2020 dari 19.86 juta ton di 2019. Produksi diperkirakan menjadi 19.5 juta ton sampai 19.6 juta ton pada tahun ini.

Untuk memperkerjakan pekerja lokal ada keterbatasan karena orang muda Malaysia kurang berminat bekerja di perkebunan sebagai pekerja lapangan atau buruh. Para pekerja lokal lebih menyukai pekerjaan yang lebih nyaman di pabrik-pabrik, sehingga pekerjaan di perkebunan sawit diisi oleh pekerja asing.

Karena itu perusahaan perkebunan sawit besar mulai memikirkan untuk memakai mesin-mesin tapi untuk memanen sawit memerlukan tenaga kerja yang lebih banyak tidak bisa memakai mesin.
Harga minyak kedelai di Dalian naik 1.7% dan harga minyak sawit naik 2.5% sedangkan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 2.4%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama 3,850 ringgit, dan berikut ke 3,720 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,000 ringgit dan berikut ke 4,060 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here