Nikkei 23 April Tertekan Pengumuman Keadaan Darurat di Tokyo, Mingguan Anjlok 2% Lebih

156
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) –  Bursa saham Jepang ditutup lebih rendah pada perdagangan hari Jumat (23/4/2021) karena pembatasan pemerintah yang lebih ketat untuk menahan infeksi covid-19 meningkatkan kekhawatiran pemulihan ekonomi. Indeks Nikkei kembali terkoreksi setelah sesi sebelumnya rebound dari posisi terendah sebulan dan secara mingguan juga anjlok 2% lebih.

Perdana Menteri Yoshihide Suga hari Jumat  mengumumkan keadaan darurat di Tokyo dan 3 prefektur Jepang barat seperti Osaka, Kyoto dan Hyogo dari 25 April hingga 11 Mei. Pemerintah mewajibkan restoran, bar, dan karaoke yang menyajikan alkohol untuk ditutup, dan acara olahraga besar diadakan tanpa penonton. Penetapan ini berdasarkan pertambahan kasus baru harian yang  melampaui 5.000 untuk hari kedua berturut-turut pada hari Kamis.

Sementara itu proyeksi yang mengecewakan dari perusahaan besar pembuat motor dalam hard drive komputer Nidec menambah tekanan, sahamnya anjlok 5,12% setelah perkiraan tahunannya untuk tahun bisnis saat ini meleset dari konsensus analis.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks harian Nikkei ditutup turun 167,54 poin atau 0,57% menjadi 29020,63, dan secara mingguan juga anjlok cukup signifikan dengan turun 2,23%. Demikian  untuk indeks Topix turun 0,39% menjadi 1.914,98. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2021 bergerak negatif dengan turun 150 poin atau 0,52% ke posisi 28970.

Saham perusahaan teknologi anjlok cukup signifikan yang menekan posisi Nikkei, dengan saham Tokyo Electron turun 1,45%, saham pembuat robot Fanuc jatuh 3,05% dan saham Advantest merosot 1,25%. Sebaliknya saham yang terdampak pandemi naik seperti saham ANA Holdings naik 3,38%, saham Odakyu Electric Railway naik 2,66%, dan saham Central Japan Railway Co, naik 2,53%.

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here