Perkembangan Pandemi dan Arah Pasar Berikutnya — Global Market Outlook, 26-30 April 2021 by Alfred Pakasi

461

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar mencermati menurunnya kasus pandemi di Inggris, AS dan Eropa karena vaksinasi, sementara penularan baru meningkat drastis di Asia, seperti India dan Jepang.
  • Investor global prihatin atas rencana kenaikan pajak capital gain di AS yang membuat pasar saham turun dan dollar AS berupaya bangkit.
  • Pasar juga menanti arah FOMC Statement dari pertemuan the Fed minggu mendatang ini.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 146.2 juta orang terinfeksi di dunia dan 3.09 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau mixed, harga emas menguat tipis, dan US dollar lanjut terkoreksi.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 26-30 April 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum terkoreksi di minggu ketiganya tergelincir ke level tujuh minggu terendahnya, dengan pasar yields US Treasury yang cenderung turun 3 minggu terakhir dan euro yang menanjak didukung data ekonomi, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 90.83. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.2097. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2113 dan kemudian 1.2243, sementara support pada 1.1943 dan 1.1861.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat tipis ke level 1.3876 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3919 dan kemudian 1.4001, sedangkan support pada 1.3670 dan 1.3566. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 107.86.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.97 dan 111.30, serta support pada 106.65 serta level 105.81. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7745. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7849 dan 0.7884, sementara support level di 0.7531 dan 0.7462.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan investor mencermati perkembangan penyebaran virus di India dan kawasan Asia. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 29,020. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 30,485 dan 30,714, sementara support pada level 28,419 dan 27,630. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 29,078. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29,596 dan 31,183, sementara support di 28,274 dan 27,505.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau volatile dan melemah di tengah kekhawatiran investor atas rencana pajak capital gain dari Pemerintah Biden. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 34,043.5, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,257 dan 34,700, sementara support di level 33,340 dan 32,905. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 4,174.9, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4195 dan 4400, sementara support pada level 4061 dan 3943.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat tipis di minggu ketiganya sebagai safe haven walau agak terkoreksi di dua hari terakhirnya karena membaiknya data pabrik dan penjualan rumah di AS, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat terbatas ke level $1,777.35 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1784 dan berikut $1805, serta support pada $1723 dan $1676.

 

Pasar investasi, kadang demikian, suatu saat seperti terpuruk. Situasi demikian sering membuat investor gamang, kapan untuk entry atau exit di pasar. Mau masuk, takut merosot lagi. Mau keluar, siapa tahu nanti pasar rebound. Tidak keluar, jangan-jangan profit bisa berbalik loss. Di sinilah perlunya analisis pasar, baik teknikal maupun fundamental. Kalau Anda masih kurang menguasainya, Anda harus belajar. Biaya belajar itu adalah sebuah investasi. Return-nya pasti lebih tinggi dan berdampak jangka panjang. Sekali lagi: jangan lupa belajar, dan belajar terus! Sukses bagi investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here