Rekomendasi Mingguan GBP/USD 3 – 7 Mei 2021: Bullish Memegang Kontrol Namun Tidak Absolut

1317
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) GBP/USD pada hari Jumat  minggu lalu bergerak bearish setelah rally selama 5 hari berturut oleh karena berbalik menguatnya dolar AS. Pasangan matauang ini tertekan hingga menembus posisi support kuat hariannya di 1.3835-40, oleh  kenaikan yield obligasi AS yang menguntungkan posisi dolar.

Pesan dari the Fed yang dovish yang mengatakan tidak ada pengurangan terhadap kebijakan moneter yang longgar membebani dollar AS, namun isu internal di Inggris telah membatasi kemampuan Sterling untuk naik. Pada akhir minggu, naiknya yield obligasi AS berhasil membuat dollar AS berbalik naik sehingga membuat pasangan matauang GBP/USD terjerembab turun ke 1.3816.

The Fed mengakui cepatnya pemulihan ekonomi AS namun tetap bertahan melihat naiknya inflasi sebagai hanya bersifat sementara. Terlebih penting lagi, bank sentral AS ini bersiap untuk terus membeli obligasi pada kecepatan yang tinggi sebesar $120 miliar/bulan kedepannya. Pergerakan ini akan membuat saham tetap naik dan dollar AS turun.

Kepala the Fed, Jerome Powell, mengulangi mantranya bahwa the Fed hanya akan bertindak setelah melihat “kemajuan lebih jauh yang substansial”, dan pada saat sekarang ini, ekonomi AS masih panjang perjalanannya.

Sementara itu data-data ekonomi AS yang keluar memberikan keragu-raguan atas pendapat dari Powell. GDP kuartal pertama AS bertumbuh 6.4% sesuai dengan yang diperkirakan. Konsumsi mengalami kenaikan, demikian juga dengan investasi. Sementara inventori turun. Semua ini menunjukkan akan ada ekspansi yang lebih cepat ke depannya.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

CB Consumer Confidence Index AS lompat ke 121.7 pada bulan April dari sebelumnya 109 di bulan Maret. Klaim pengangguran mingguan AS muncul di 553.000, sedikit lebih buruk daripada yang diperkirakan, namun masih dekat dengan level terendah sejak dimulainya pandemi, suatu tanda yang jelas bahwa sektor employment sedang dalam situasi pemulihan. Personal spending naik 4.2% pada bulan Maret, kecepatan yang tercepat dalam 9 bulan, sementara Personal Income membumbung 21.1%.

Salah satu alasan kuatnya pertumbuhan ekonomi AS datangnya dari kebijakan stimulus fiscal kelegaan terhadap Covid – 19 senilai $1.9 triliun. Sementara program belanja infrastruktur senilai $2.25 triliun masih dalam proses di Kongres, sudah ada paket stimulus lainnya senilai $1.8 triliun.

Namun, bertolak belakang dengan stimulus yang pertama dan serupa dengan stimulus yang kedua, dana stimulus direncanakan diambil dari kenaikan pajak. Sebegitu jauh, pasar masih mengabaikan rencana kenaikan pajak ini, sekalipun sebagian telah diperhitungkan dalam harga, namun investor masih ragu apakah para pembuat peraturan di Washington akan meluluskan rencana ini.

Dalam hal kasus virus corona, penurunan terus berlangsung baik di AS maupun di Inggris. Inggris telah mencapai 50% dari populasinya disuntik vaksin yang membuat pembukaan aktifitas ekonomi bisa berlanjut lebih jauh. Infeksi di Amerika Serikat juga telah menurun setelah sempat datang gelombang yang moderat pada awal bulan April.

Namun, pencapaian imunisasi Inggris sudah masuk dalam penghitungan harga, sementara isu politik yang lama dan baru telah muncul menekan poundsterling, antara lain tuduhan bahwa Johnson mengatakan lebih memilih mayat ditumpuk di jalan daripada harus memaksakan lockdown lagi. Isu lain yang menekan Sterling adalah Brexit yang belum mengatur mengenai sektor jasa.

Secara keseluruhan, melemahnya dollar AS sebelum akhir minggu membuat GBP/USD mengalami kenaikan, namun kenaikan dibatasi oleh isu-isu internal yang negatif di Inggris dan pada akhir minggu berbalik turun dengan menguatnya dollar AS karena naiknya yields obligasi AS.

Minggu ini jika pemerintah masih berjuang dengan isu-isu politik, maka akan mengurangi waktu untuk memajukan pemulihan ekonomi. Perkembangan Brexit juga akan diperhatikan, dengan potensi meledaknya kembali kerusuhan di Belfast.

Dilain pihak, kampanye vaksin Inggris akan mulai mengalami percepatan kembali dengan permasalahan supply di bulan April sudah berlalu. Hal ini akan bisa mendorong naik Sterling.

Keputusan dari Bank of England pada “Super Thursday” menjadi pusat dari kalender ekonomi Inggris minggu ini. Kali ini BoE akan mempublikasikan Laporan Kebijakan Moneter Kuartalan, termasuk perkiraan yang baru mengenai pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Selain itu akan ada juga petunjuk – petunjuk yang diberikan oleh Gubernur BoE Andrew Bailey dan koleganya mengenai arah kebijakan kedepannya.

Sebegitu jauh diperkirakan BoE tidak akan membuat perubahan dalam hal kebijakan quantitative easing-nya selain itu kemungkinan BoE akan meletakkan jalan yang optimis bagi pemulihan ekonomi Inggris untuk beberapa kuartal kedepan setelah ekonomi Inggris menunjukkan ketangguhan selama musim dingin yang keras sebelumnya sementara segala suatu akan kembali ke normal.

Di Amerika Serikat, sudah lebih dari 43% populasi di AS telah menerima paling tidak satukali suntikan vaksin. Namun sejak Johnson & Johnson ditunda pendistribusiannya, imunisasi di AS telah turun dari 3,3 juta ke 2,6 juta. Sementara New York City dan tempat-tempat lainnya sedang mempercepat pembukaan kembali aktifitas ekonominya.

Biden memiliki rencana belanja sebanyak $4 triliun yang sebagian besar rencananya akan didanai oleh kenaikan pajak. Seberapa besar yang akan terealisasi? Pasar sementara mengabaikan hal ini dengan asumsi sedikit yang bisa dikerjakan saat ini sehingga tidak menjadi pusat perhatian. Namun, hal ini bisa tiba-tiba naik ke permukaan.

Fokus minggu ini tidak diragukan lagi ada pada publikasi NFP bulan April. Tanda-tanda pertama datang dari PMI manufaktur bulan Maret oleh ISM yang kemungkinan tetap tinggi di level 64.9.

Berikutnya angka pasar tenaga kerja yang akan dikeluarkan oleh ADP diperkirakan akan menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang lebih cepat di sektor swasta.

PMI Jasa dari ISM adalah pertanda yang terakhir dan kemungkinan menjadi signal paling penting karena kebanyak orang Amerika bekerja di sektor ini. Angka yang akan keluar diperkirakan melebihi dari angka di bulan Maret sebesar 63.7 yang merupakan angka tertinggi sepanjang waktu.

Klaim pengangguran mingguan AS pada hari Kamis adalah diluar dari perhitungan NFP namun bisa berdampak terhadap pemikiran dari para trader dengan ketegangan memuncak menjelang keluarnya NFP pada hari Jumat.

Angka pekerjaan – NFP – untuk bulan April mengarah kepada kenaikan di dalam pertambahan pekerjaan sebanyak 925.000 – pertambahan yang besar apabila terjadinya sebelum pandemi. Bagi dollar AS, reaksinya akan langsung terlihat – apabila terjadi pertambahan lebih dari satu juta posisi, hal ini akan membuat dollar AS mengalami permintaan, terutama jika “participation rate” juga meningkat.

Secara keseluruhan pergerakan naik masih memegang kontrol meskipun tidak absolut.

“Support” terdekat menunggu di 1.3775 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3670 dan kemudian 1.3565. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3920 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.4010 dan kemudian 1.4140.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here