Harga Minyak Sawit Turun Dari Harga Tertinggi 11 Bulan

145

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Selasa turun dari harga tertinggi 11 bulan kemarin karena perkiraan produksi minyak sawit Indonesia naik pada tahun ini dan permintaan minyak sawit berkurang karena kenaikan penderita Covid-19 global.

Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Selasa di Bursa Malaysia Derivative Exchange turun 19 ringgit atau 0.47% menjadi 4,042 ringgit ($981.07) per ton setelah naik 5% pada hari Senin.

Indonesia menurunkan biaya restribusi untuk minyak sawit sebesar $100, sehingga minyak sawit Indonesia lebih kompetitif.

Indonesia, produsen minyak sawit terbesar dunia diperkirakan produksinya akan meningkat 7.1% menjadi 55.69 juta ton di 2021 karena cuaca yang baik menurut the Indonesia Oil Palm Research Institute (IOPRI).

Perkiraan produksi CPO Indonesia sebesar 48.4 juta ton sedangkan produksi crude palm kernel oil (CPKO) diperkiraan 7.29 juta ton.

Penyebaran virus corona di India, negara importir minyak sawit terbesar di dunia mencapai 20 juta pada hari Selasa sehingga permintaan minyak sawit dari negara ini berkurang.

Padahal hari Senin kemarin harga minyak sawit naik karena peningkatan ekspor dimana ekspor Malaysia pada bulan April naik 13.4% menjadi 1,413,094 ton dari 1,245,567 ton yang dikirim menurut cargo surveyor Societe Generale de Surveillance pada hari Senin.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 1.3% sementara bursa Dalian tutup sampai 5 Mei.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,970 ringgit kemudian ke 3,910 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,280 ringgit dan berikut ke 4,340 ringgit

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here