Harga Minyak Sawit Tidak Berubah Pada Penutupan Pasar Hari Rabu

204

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Rabu turun sedikit nyaris tidak berubah karena kenaikan harga terjadi karena kekurangan persediaan dari minyak nabati namun permintaan dari minyak nabati berkurang karena pandemi covid -19 di India, negara pengimpor minyak sawit terbesar di dunia, akibatnya harga tidak berubah.

Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Rabu turun sedikit 2 ringgi atau 0.05% menjadi 4,040 ringgit ($981.77) per ton di Bursa Malaysia Derivatif Exchange.

The Malaysian Palm Oil Association (MPOA) memperkirakan produksi minyak sawit pada minggu ini akan mempengaruhi harga.

Persediaan minyak sawit di bulan April turun sedikit karena produksi naik ke jumlah tertinggi enam bulan namun dikurangi dengan peningkatan ekspor dan berkurangnya import data persediaan dan permintaan akan diumumkan oleh the Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada hari Senin 10 Mei.

Bank Sentral Malaysia diperkirakan akan menaikkan suku bunga meninggalkan tingkat suku bunga yang rendah sehingga terjadi pemulihan perekonomian setelah terjadi peningkatan penyebaran virus corona, dengan demikian lebih menarik permintaan dari luar negeri.

India pada hari Rabu melaporkan terjadi 382,315 penderita virus corona yang baru menurut Laporan dari Departemen Kesehatan India. India sebagai negara pengimpor minyak sawit terbesar di dunia, membawa pengaruh bagi ekspor minyak sawit Malaysia.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0.3% sementara bursa Dalian masih ditutup karena libur.

Industri sawit mengalami kekurangan pekerja karena pandemi Covid-19, sehingga produksi berkurang di Malaysia negara produsen minyak sawit terbesar ke dua di dunia. Diperkirakan industri sawit mengalami kekurangan tenaga kerja sebesar 30%.
Industri sawit berusaha untuk menarik penduduk sekitar untuk memanen sawit, namun 60% mengajukan diri untuk berhenti untuk waktu yang tidak dapat ditentukan.
Pemerintah Malaysia sudah menyetujui untuk kembalinya 32,000 pekerja asing ke ladang sawit tapi pengembalian ini mengalami kendala karena peningkatan kasus virus covid yang baru.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama 3,970 ringgit, berikut ke 3,910 ringgit dan resistant pertama di 4090 ringgit dan berikut ke 4,280 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here