Nikkei Usai Libur Tertinggi 2 Pekan, Saham Pembuat Baja Jadi Top Gainers

167
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) –  Bursa saham Jepang meraup untung pada perdagangan hari Kamis (6/5/2021) setelah libur selama 3 hari berturut oleh aksi bargain hunting merespon kuatnya mayoritas saham di bursa Amerika semalam. Indeks Nikkei naik ke posisi tertinggi 2 pekan yang dibatasi oleh tekanan pada saham teknologi.

Kondisi ekonomi Jepang masih tertekan, dengan negara tersebut mempertimbangkan untuk memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan daerah perkotaan besar lainnya. Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan pada Kamis bahwa keadaan darurat yang diperpanjang diperlukan untuk mengatasi infeksi yang membebani sistem medis ibu kota.

Dow Jones Industrial Average berakhir pada rekor tertinggi pada perdagangan hari Rabu, didorong oleh sektor-sektor yang sensitif secara ekonomi, sedangkan Nasdaq Composite berakhir lebih rendah karena Menteri Keuangan Janet Yellen menyarankan kenaikan suku bunga.

Dari laporan ekonomi yang dirilis, risalah rapat kebijakan moneter BoJ menunjukkan bahwa anggota komite kebijakan setuju bahwa ekonomi telah meningkat sebagai tren, meskipun tetap dalam situasi yang parah karena dampak COVID-19 di dalam dan luar negeri.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks harian Nikkei ditutup menguat 521,73 poin atau 1,81% menjadi 2.9334,36.  Demikian  untuk indeks Topix naik 1,54% menjadi 1.927,40. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2021 bergerak positif dengan melompat 430 poin atau 1,49% ke posisi 29310.

Saham produsen material memimpin kenaikan, dengan saham pembuat baja JFE Holdings dan Nippon Steel masing-masing melonjak 8,00% dan 7,50%, yang sekaligus menjadi top gainer di indeks Nikkei. Kemudian disusul oleh kenaikan saham pembuat kertas Oji Holdings melonjak 6,97%.

Saham Tokyo Electron naik tipis 0,89% bahkan ketika perkiraan laba operasi tahunannya sebesar 442 miliar yen ($4,04 miliar) mengalahkan perkiraan analis. Saham Nissan Motor naik 2,92%, setelah produsen mobil itu menjual sekitar 1,5% sahamnya kepada pembuat mobil Jerman Daimler.

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here