Ekonomi Menuju Pemulihannya, Rupiah Tambah Perkasa — Domestic Market Outlook, 10-14 May 2021 by Alfred Pakasi

434

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar saham kembali sideways dengan bias negatif, tetapi rupiah perkasa mencapai posisi 9 minggu lebih tertingginya, yang terkuat di Asia.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan pemulihan dengan penurunan kontraksi ekonomi Indonesia triwulan I 2021 menjadi -0.74% (yoy).
  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 1,703 ribu orang terinfeksi, 1,558 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan tinggi 91.48%, dan 46 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 10-14 May 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi di minggu ketiganya, bergerak fluktuatif dan tergelincir ke 3,5 minggu terendahnya dengan net sell investor asing. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya mixed. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 1.12%, atau 67.307 poin, ke level 5,928.309. Untuk minggu berikutnya (10-14 Mei 2021), IHSG kemungkinan masih akan terkoreksi dengan tempo lebih terbatas, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.115 dan 6.231. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.883, dan bila tembus ke level 5.735.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau perkasa di minggu ketiganya dan berada di 9 minggu lebih terkuatnya, yang terkuat di kawasan Asia, sementara dollar global kembali bearish, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat signifikan 1.14% ke level Rp 14,285. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan sempat naik sebentar, atau kemungkinan rupiah terkoreksi profit taking sebentar, dalam range antara resistance di level Rp14,480 dan Rp14,560, sementara support di level Rp14.240 dan Rp14.105.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau beranjak naik perlahan secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yields obligasi dan berakhir ke 6,443% pada akhir pekan. Ini terpicu oleh naiknya permintaan investor asing atas SBN, walau terbatas. Sementara yields US Treasury cenderung turun pada minggu terakhir ini.

===

Bank Indonesia merilis bahwa perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjadi sejak triwulan III 2020 terus berlanjut.  Hal tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan kontraksi ekonomi Indonesia yang terus menurun pada triwulan I 2021 menjadi 0,74% (yoy), lebih rendah dari kontraksi triwulan IV 2020 sebesar 2,19% (yoy).

Perkembangan tersebut didorong terutama oleh kinerja sektor eksternal yang meningkat tajam sejalan dengan pemulihan ekonomi global yang semakin kuat dan akselerasi stimulus fiskal yang berlanjut. Perbaikan ekonomi domestik terjadi pada hampir semua komponen PDB sisi pengeluaran dan lapangan usaha (LU).

Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan akan terus membaik sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi global yang semakin kuat dan dorongan stimulus kebijakan yang berlanjut.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 mencapai rekor tertingginya sebesar 138,8 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2021 sebesar 137,1 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,0 bulan impor atau 9,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

Pembaca setia, perhatikanlah chart pergerakan harga asset investasi. Setelah periode rally pasar, tiba juga saat untuk aksi profit taking. Investor akan selalu mencari dan menunggu momentum demikian. Itu yang sebagian pelaku pasar lakukan sebelum ini. Dengan jalan itulah para fund manager global telah mereguk keuntungan besar mereka. Anda ingin sukses investasi? Siapa yang tidak mau, bukan? Ikuti cara para fund manager berinvestasi mengikuti gelombang trend yang ada. Anda pun bisa sukses demikian. Simak terus karenanya vibiznews.com, website investasi yang paling favorit. Kembali, salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here