Prospek Kebijakan Moneter Longgar akan Berlanjut — Global Market Outlook, 10-14 May 2021 by Alfred Pakasi

440

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar mencermati dampak data Non-Farm Payroll yang dirilis jauh di bawah ekspektasi pasar, dengan harapan akan berlanjutnya prospek kebijakan moneter longgar the Fed.
  • Investor selanjutnya akan mencermati pernyataan beberapa pejabat the Fed yang akan berbicara pada minggu menatang.
  • Perkembangan pandemi Covid-19 terus diperhatikan dengan masih meningkatnya di Asia dan Amerika Selatan, namun mengalami penurunan di AS dan Eropa.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 157.5 juta orang terinfeksi di dunia dan 3.28 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau bias menguat, harga emas melonjak, dan US dollar tergelincir.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 10-14 May 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum bearish ke 3,5 bulan terendahnya, terpicu oleh data kenaikan tenaga kerja yang mengecewakan, memangkas harapan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 90.23. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.2163. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2183 dan kemudian 1.2243, sementara support pada 1.1986 dan 1.1861.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3986 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4009 dan kemudian 1.4182, sedangkan support pada 1.3802 dan 1.3716. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 108.94.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.97 dan 111.30, serta support pada 107.47 serta level 106.65. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7840. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7863 dan 0.7884, sementara support level di 0.7675 dan 0.7531.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan investor menunggu rilis data tenaga kerja AS yang dapat menentukan arah berikut kebijakan the Fed. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 29,353. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 30,064 dan 30,208, sementara support pada level 28,419 dan 27,630. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 28,611. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29,596 dan 31,183, sementara support di 28,256 dan 27,505.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat dan mencetak rekor kembali oleh prospek kebijakan moneter longgar the Fed akan terus berlanjut untuk menopang pemulihan ekonomi. Dow Jones secara mingguan menguat dalam rekor ke level 34,777.8, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,812 dan 35,000, sementara support di level 33,744 dan 33,340. Index S&P 500 minggu lalu menguat mencetak rekor ke level 4,234.2, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4240 dan 4500, sementara support pada level 4119 dan 4061.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melonjak dalam minggu terbaiknya sejak November lalu, oleh jatuhnya data tenaga kerja AS serta merosotnya dollar dan yields Treasury, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat tajam ke level $1,831.36 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1843 dan berikut $1855, serta support pada $1756 dan $1676.

 

Pembaca setia, perhatikanlah chart pergerakan harga asset investasi. Setelah periode rally pasar, tiba juga saat untuk aksi profit taking. Investor akan selalu mencari dan menunggu momentum demikian. Itu yang sebagian pelaku pasar lakukan sebelum ini. Dengan jalan itulah para fund manager global telah mereguk keuntungan besar mereka. Anda ingin sukses investasi? Siapa yang tidak mau, bukan? Ikuti cara para fund manager berinvestasi mengikuti gelombang trend yang ada. Anda pun bisa sukses demikian. Simak terus karenanya vibiznews.com, website investasi yang paling favorit. Kembali, salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here