Review Harga Minyak Sawit dari 3 Mei – 7 Mei 2021

274

(Vibiznews – Commodity) – Pergerakan harga minyak sawit minggu pertama bulan Mei dari tanggal 3 – 7 Mei 2021.

Pada minggu ini kenaikan harga minyak sawit sebesar 14.4% selama seminggu, kenaikan tertinggi sejak 2001.

Harga minyak sawit naik ke harga tertinggi 13 tahun pada hari Kamis faktor kenaikan harga minyak sawit dari faktor luar karena kenaikan harga minyak kedelai sampai mencapai rekor, demikian juga produksi sawit mengalami penurunan karena kekurangan pekerja, sehingga persediaan berkurang.
Harga minyak sawit naik tinggi pada minggu ini karena mengikuti kenaikan harga kedelai dan minyak kedelai di Bursa Dalian dan The Chicago Board of Trade.

Kenaikan harga kedelai sampai ke harga tertinggi 8 ½ tahun, karena cuaca kering baik di Brazil maupun di AS, sehingga persediaan kedelai global kurang sedangkan permintaan meningkat dari Cina.

Pasar menantikan laporan bulanan permintaan dan persediaan dari the Malaysian Palm Oil Board pada tanggal 10 Mei 2021.

Pergerakan harga minyak sawit pada minggu ini :
• Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Jumat, tanggal 07 Mei 2021 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 210 ringgit atau 5% menjadi 4,425 ringgit (1,076.64) per ton.Kontrak 3 bulan mencapai harga tertinggi sejak Maret 2008 menjadi 4,434 ringgit per ton.
• Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Kamis 06 Mei 2021 naik 166 ringgit atau 4.1% menjadi 4,210 ringgit ($1,021.84) per ton. Harga minyak sawit sempat menyentuh harga tertinggi sejak 2008 pada 4,231 ringgit perton di perdagangan siang hari.
• Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Rabu 05 Mei 2021 turun sedikit 2 ringgi atau 0.05% menjadi 4,040 ringgit ($981.77) per ton di Bursa Malaysia Derivatif Exchange.
• Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Selasa 04 Mei 2021 di Bursa Malaysia Derivative Exchange turun 19 ringgit atau 0.47% menjadi 4,042 ringgit ($981.07) per ton setelah naik 5% pada hari Senin.
• Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Senin 03 Mei 2021 naik 187 ringgit atau 4.83% menjadi 4,055 ringgit ($981.22) per ton. Harga tertinggi sejak 27 Mei 2020 dan pada pertengahan pasar sempat naik 5.14$.

Faktor yang menggerakkan harga minyak sawit naik pada minggu :
• Import kedelai Cina di bulan April naik 11% dari tahun lalu pada bulan yang sama naik karena adanya pengiriman dari Brazil yang masih tertunda. Cina produsen kedelai terbesar dunia membeli 7.45 juta ton kedelai di bulan April naik dari 6.714 juta ton di tahun lalu, menurut General Administration of Customs data.
• Harga minyak sawit sempat menyentuh harga tertinggi sejak 2008 pada 4,231 ringgit perton di perdagangan siang hari.
• Harga minyak sawit kontrak terdekat Mei naik juga ke rekor tertinggi 4,704 ringgit ($1,140.92) per ton pada hari Kamis.
• Hasil panen akan berkurang karena kekurangan pekerja pada saat panen, kekurangan pekerja mempengaruhi hasil panen dan terlebih lagi pada bulan Mei ini.
• Permintaan masih baik karena harga minyak sawit masih lebih murah dari minyak kedelai dan minyak nabati lainnya.
• Harga minyak sawit terdorong naik karena terjadi kenaikan harga di pasar komoditi pertanian global, di Chicago dari jagung dan kedelai, yang harganya naik sampai rekor.
• The Malaysian Palm Oil Association (MPOA) memperkirakan produksi minyak sawit pada minggu ini akan mempengaruhi harga. Persediaan minyak sawit di bulan April turun sedikit karena produksi naik ke jumlah tertinggi enam bulan namun dikurangi dengan peningkatan ekspor dan berkurangnya import data persediaan dan permintaan akan diumumkan oleh the Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada hari Senin 10 Mei.
• Bank Sentral Malaysia diperkirakan akan menaikkan suku bunga meninggalkan tingkat suku bunga yang rendah sehingga terjadi pemulihan perekonomian setelah terjadi peningkatan penyebaran virus corona, dengan demikian lebih menarik permintaan dari luar negeri.
• Kekurangan pekerja :
o Industri sawit mengalami kekurangan pekerja karena pandemi Covid-19, sehingga produksi berkurang di Malaysia negara produsen minyak sawit terbesar ke dua di dunia. Diperkirakan industri sawit mengalami kekurangan tenaga kerja sebesar 30%.
o Industri sawit berusaha untuk menarik penduduk sekitar untuk memanen sawit, namun 60% mengajukan diri untuk berhenti untuk waktu yang tidak dapat ditentukan.
o Pemerintah Malaysia sudah menyetujui untuk kembalinya 32,000 pekerja asing ke ladang sawit tapi pengembalian ini mengalami kendala karena peningkatan kasus virus covid yang baru.
• Laporan dari Indonesia, Negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia:
o Indonesia menurunkan biaya restribusi untuk minyak sawit sebesar $100, sehingga minyak sawit Indonesia lebih kompetitif.
o Indonesia, produsen minyak sawit terbesar dunia diperkirakan produksinya akan meningkat 7.1% menjadi 55.69 juta ton di 2021 karena cuaca yang baik menurut the Indonesia Oil Palm Research Institute (IOPRI).
o Perkiraan produksi CPO Indonesia sebesar 48.4 juta ton sedangkan produksi crude palm kernel oil (CPKO) diperkiraan 7.29 juta ton.
• Padahal hari Senin kemarin harga minyak sawit naik karena peningkatan ekspor dimana ekspor Malaysia pada bulan April naik 13.4% menjadi 1,413,094 ton dari 1,245,567 ton yang dikirim menurut cargo surveyor Societe Generale de Surveillance pada hari Senin.

Faktor penggerak penurunan harga minyak sawit pada  minggu ini :
• Impor minyak sawit India akan berkurang di bulan Mei dan Juni karena di beberapa negara bagian di India menutup hotel dan restoran untuk mencegah berjangkitnya virus Corona. India adalah negara pengimpor minyak nabati terbesar di dunia.
• Penyebaran virus corona di India, negara importir minyak sawit terbesar di dunia mencapai 20 juta pada hari Selasa sehingga permintaan minyak sawit dari negara ini berkurang.
• Uni Eropa pembeli terbesar ke tiga dari minyak sawit Malaysia mengimpor 4.23 juta ton di 2020/21 turun 4.55 juta ton dari tahun lalu, menurut European Commission.
• Sementara data di Indonesia negara produsen minyak sawit terbesar di dunia persediaan pada bulan Februari sebesar 4.04 juta ton menurut Indonesian Palm Oil Association (GAPKI ) pada hari Jumat.
• Perkiraan pasar produksi minyak sawit Indonesia di bulan Maret akan meningkat, sementara eksporpun akan meningkat.
• Investor memperkirakan Indonesia akan menaikan pajak ekspor minyak sawit menjadi $144 per ton di bulan Mei dari $116 perton di bulan April, setelah Malaysia menaikkan pajak ekspor pada bulan depan.

Kesimpulan :
Harga minyak sawit kembali mencapai rekor harga tertinggi 13 tahun pada hari Kamis, pada minggu depan akan ada libur Hari Lebaran, sehingga bursa ditutup dan dibuka hanya sampai hari Rabu pada minggu ini.
Penambahan penderita positif covid di India yang tinggi menyebabkan ekspor ke India pasti menurun, ditambah dengan pandemi covid juga berlangsung lagi di Malaysia sehingga semakin sulit mencari pekerja di ladang sawit.
Minyak kedelai sebagai minyak nabati saingan terus meningkat sehingga dapat menggerakkan harga minyak sawit naik lagi.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit support pertama di 4,090 ringgit dan berikut ke 3,970 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,280 ringgit dan berikut ke 4,340 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here