Rekomendasi Mingguan GBP/USD 10 – 14 Mei 2021: Potensi Naik Lebih Besar Daripada Turun?

1559
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) Kebijakan moneter dari Bank of England (BoE) telah mendorong naik poundsterling, sementara keprihatinan akan rintangan di dalam perjalanan ekonomi AS telah membuat dollar AS tertekan. GBP/USD terus mengalami kenaikan dan berhasil melewati level resistance kunci di 1.39 dan menyentuh 1.3988. Dari sisi Sterling, kenaikan GBP/USD disebabkan kondusifnya kondisi pemilihan umum lokal dan regional di Inggris dengan kemenangan kaum Konservatif dan pengumuman mengenai kebijakan moneter BoE pada hari Kamis minggu lalu. Dari sisi USD, indeks dolar AS turun signifikan karena keluarnya laporan NFP yang sangat buruk, jauh dibawah daripada yang diperkirakan.

Gubernur BoE Andrew Bailey menyangkal bahwa perlambatan pembelian obligasi merupakan perubahan di dalam kebijakan moneter. Bank of England tetap mempertahankan tingkat suku bunganya tidak berubah di 0.1% sebagaimana yang telah diperkirakan. Namun selain memperlambat pembelian obligasi, bank sentral Inggris ini menaikkan outlook pertumbuhan ekonomi Inggris tahunan dari 5% menjadi 7.25%, karena kesuksesan kampanye vaksin, pembukaan kembali kegiatan ekonomi, dan juga stimulus AS telah mendorong ekonomi Inggris naik. Pengurangan pembelian obligasi dan peningkatan outlook ekonomi Inggris ini memberikan dorongan naik terhadap Poundsterling.

Statistik virus corona di AS menurun, namun kecepatan dari vaksinasi juga turun. Penurunan ini memicu Gedung Putih mengubah strategi vaksinasinya dengan diarahkan lebih kepada orang – orang di tempat yang jauh.

Spekulasi mengenai bagaimana pergerakan dari Federal Reserve selanjutnya lebih memiliki dampak yang signifikan terhadap dollar AS. Treasury Secretary Janet Yellen mengatakan bahwa tingkat suku bunga bisa dinaikkan jika diperlukan. Pernyataan ini menyebabkan pasar tersandung dan dollar AS mendapatkan pijakan keuntungan.

Namun, Yellen kemudian menarik kembali komentarnya. Sementara para pejabat dari bank sentral AS termasuk Jerome Powell tetap berpegang kepada pesannya selama ini. Mereka mendesak bahwa inflasi yang ada sekarang adalah bersifat transitory, dan bahwa pengurangan pembelian obligasi tidak ada pada rencana mereka dan bahwa ekonomi AS masih panjang perjalanannya.

PMI bulan April dari ISM menunjukkan bahwa isu rantai supply dan naiknya harga menyebabkan rintangan bagi pemulihan ekonomi. Kedua ukuran kondisi ekonomi ini turun dari teritori terlalu panas ke pertumbuhan yang sehat yang menguntungkan pasar saham dan membuat penurunan dollar AS.

PMI Jasa yang dikeluarkan oleh ISM, yang jatuh ke 60.7 pada bulan April, dibawah dari yang diperkirakan. Angka dari sektor terbesar di AS ini menunjukkan ekspansi yang kuat namun belum dapat dikatakan “overheating”. Demikian juga laporan dari pasar tenaga kerja sektor swasta ADP menunjukkan angka yang di bawah daripada yang diperkirakan.

laporan pekerjaan AS, Non-Farm Payrolls yang buruk yang hanya bertambah sebanyak 266.000 pekerjaan dibandingkan dengan yang diperkirakan sebanyak 1 juta pekerjaan dan dari bulan lalu yang direvisi turun, sebanyak 770.000 pekerjaan.

Minggu ini, di Inggris masih berlangsung pemilihan umum local dan regional. Apakah Skotlandia akan berusaha untuk membuat referendum kemerdekaan yang baru? Jika ini terjadi, hal ini akan membebani poundsterling.

Inggris melanjutkan perjalanan panjangnya untuk keluar dari krisis virus corona dengan optimis sementara vaksinisasi terus berlangsung dengan kecepatan yang penuh yang bisa membuat poundsterling mengalami kenaikan.

Gubernur Bailey akan berbicara pada hari Kamis, suatu kesempatan untuk kembali menggerakkan Poundsterling. Setiap komentar mengenai kebijalan moneter selanjutnya, khususnya pengurangan pembelian obligasi bisa mendorong naik Sterling. Namun sebaliknya, apabila tetap memaksakan bertahan kepada kebijakan moneter saat ini yang tetap sangat akomodatif akan menekan Poundsterling.

Highlight dari kalender ekonomi Inggris minggu ini adalah rilis pertama angka GDP kuartal pertama 2021, dimana Inggris sedang berada pada lockdown yang keras sebagian besar dari waktu di kuartal pertama, meskipun demikian angka awal bulan Januari dan Februari muncul sedikit lebih baik daripada yang diperkirakan.

Di Amerika Serikat, perlambatan vaksinasi bisa menyebabkan para investor menurunkan ekspektasinya.

Apakah ekonomi AS telah terlalu panas sehingga mendorong naik inflasi? Setelah berminggu-minggu menduduki tempat teratas di agenda dari media keuangan, akan ada jawaban baru yang langsung dari publikasi statistik Consumer Price Index bulan April. CPI umum diperkirakan akan naik dari 2.6% ke 3.6% per tahun, kebanyakan karena efek basis – jatuhnya harga-harga yang dicatat pada bulan-bulan seperti ini tahun lalu.

Investor dan Federal Reserve akan mengamati CPI inti, yang diperkirakan akan melewati 2%, targetnya the Fed. Setiap kejutan kenaikan akan meningkatkan ekspektasi kenaikan tingkat bunga dan mendorong naik dollar AS. Sementara angka yang rendah akan membuat dollar AS turun.

Klaim pengangguran pada hari Kamis kemungkinan akan terus melanjutkan penurunannya, menunjukkan bahwa saat ini sedang berlangsung perekrutan dengan kecepatan yang penuh, setelah turun dibawah 500.000 pada minggu lalu.

Data retail sales untuk bulan April juga akan bisa menggoyang pasar. Angka belanja melompat ke 9.8% pada bulan Maret, yang disebabkan Sebagian besar oleh karena dibagikannya cek stimulus. Apakah tren ini akan berlangsung sampai ke bulan April? Diperkirakan angka bulan April turun sedikit menjadi 0.8%.

Terakhir adalah angka pendahuluan dari Consumer Sentiment Index untuk bulan Mei dari Universitas Michigan yang akan bisa memberikan pandangan yang lebih terkini dari pesta belanja orang Amerika. Meskipun diperkirakan akan terjadi kenaikan lagi, angkanya diperkirakan masih dibawah dari level sebelum pandemic.

Secara keseluruhan potensi naik masih lebih besar daripada turun.

“Support” terdekat menunggu di 1.3930 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3800 dan kemudian 1.3670. “Resistance” terdekat menunggu di 1.4010 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.4140 dan kemudian 1.4240.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here