Bursa Eropa Bergerak Naik Menjelang Rilis Data Inflasi AS

195
Brugge - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Eropa bergerak naik pada hari Rabu (12/05) terdukung aksi bargain hunting dan menantikan rilis data inflasi AS.

Indeks Stoxx 600 Eriopa menambahkan 0,3% pada awal perdagangan, dengan sumber daya dasar naik 1,3% untuk memimpin kenaikan sementara saham teknologi melawan tren untuk turun 0,5%.

Indeks FTSE naik 0,44%. Indeks DAX menguat 0,32%. Indeks CAC bergerak datar.

Ini adalah hari yang sibuk dengan laporan pendapatan di Eropa, dengan rilis dari EDF, Allianz, Bayer, Commerzbank, TUI Group dan RWE sebelum bel.

Saham Commerzbank melonjak 8,5% pada awal perdagangan setelah pemberi pinjaman Jerman itu mengalahkan ekspektasi laba kuartal pertama dan menaikkan prospek pendapatan setahun penuh.

Satu-satunya pemain yang lebih kuat di Stoxx 600 adalah UDG Healthcare Irlandia, yang melihat sahamnya yang terdaftar di London melonjak lebih dari 21% setelah mengumumkan bahwa perusahaan ekuitas swasta Clayton, Dubilier & Rice telah setuju untuk membeli perusahaan tersebut seharga £ 2,6 miliar ($ 3,7 miliar).

Di bagian bawah indeks blue chip Eropa, pembuat peralatan rumah sakit Denmark Ambu anjlok 10% setelah melaporkan penurunan pendapatan kuartalan.

Bank Belanda ABN Amro juga turun 7,4% setelah melaporkan kerugian bersih kuartal pertama sebesar 54 juta euro ($ 66 juta) karena denda pencucian uang yang substansial.

Perusahaan video game Prancis Ubisoft turun 8,2% setelah memperingatkan bahwa keuntungan mungkin turun tahun keuangan ini.

Investor akan mengawasi data inflasi utama AS pada hari Rabu, dengan banyak yang khawatir bahwa kenaikan inflasi yang cepat dapat memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga dan menerapkan langkah-langkah pengetatan lainnya. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan setiap kenaikan inflasi seharusnya bersifat sementara.

Indeks harga konsumen April di AS diperkirakan tumbuh 0,2% dari bulan sebelumnya, mewakili lonjakan 3,6% sejak tahun lalu, menurut perkiraan Dow Jones. Lonjakan indeks harga konsumen utama ini akan menjadi yang terbesar sejak September 2011. Data tersebut akan dirilis pada pukul 8:30 pagi ET pada hari Rabu.

Pasar Asia-Pasifik sebagian besar turun pada hari Rabu, dengan pasar Taiwan jatuh setelah pihak berwenang mengatakan mereka dapat menaikkan tingkat peringatan Covid-19 setelah wabah dalam beberapa hari terakhir.

Saham berjangka AS turun pada awal perdagangan Rabu setelah hari terburuk Dow sejak Februari. Dow berjangka turun lebih dari 50 poin sementara S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka juga tergelincir. Pada hari Selasa, saham teknologi turun tetapi akhirnya pulih, mendorong penjualan di pasar yang lebih luas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa akan bergerak naik terbantu aksi bargain hunting setelah kemarin harga-harga saham melemah. Bursa Eropa juga akan mencermati rilis data inflasi AS dan pergerakan bursa Wall Street yang dapat memberikan pengaruh bagi bursa Eropa.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here