Bursa Wall Street Dilemahkan Kenaikan Data Inflasi AS

220

(Vibiznews – Indeks) – Perdagangan saham di bursa Amerika masih melemah dengan ketiga indeks utama terjun ke posisi terendah 1 bulan lebih  pada sesi yang berakhir Kamis dinihari WIB (13/5/2021). S&P500 dan Nasdaq  turun ke posisi terendah 6 pekan, sedangkan Dow Jones ke terendah 5 pekan.

Indeks Dow Jones anjlok 681,50 poin atau 2 persen menjadi 33.587,66, terendah sejak 8 April. Indeks  Nasdaq anjlok 357,75 poin atau 2,7 persen menjadi 13.031,68 dan S&P 500 anjlok 89,06 poin atau 2,1 persen menjadi 4.063,04, terendah sejak 30 Maret. Aksi jual saham di Wall Street ini di tengah kekhawatiran tentang percepatan laju inflasi merespon rilis laporan Departemen Tenaga Kerja tentang indeks harga konsumen di bulan April.

Indeks harga konsumen naik 0,8 persen di bulan April setelah naik 0,6 persen di bulan Maret. Indeks ini naik melampaui perkiraan kenaikan tipis di  0,2 persen. Indeks  harga konsumen inti juga naik 0,9 persen di bulan April menyusul kenaikan 0,3 persen di bulan Maret.  Lonjakan harga konsumen inti yang jauh lebih besar dari perkiraan mencerminkan kenaikan terbesar sejak April 1982.

Secara tahunan,  harga konsumen di bulan April naik sebesar 4.2 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, lonjakan terbesar sejak September 2008. Harga konsumen inti juga melonjak 3,0 persen tahun ke tahun, kenaikan tahunan terbesar sejak Januari 1996.

Pertumbuhan tingkat inflasi yang lebih cepat secara signifikan menimbulkan kekhawatiran tentang prospek kebijakan moneter meskipun Federal Reserve telah berulang kali melemahkan  risiko inflasi. The Fed telah mengindikasikan bahwa mereka tidak akan memulai pengetatan kebijakan moneter sampai inflasi cukup di atas target 2 persen untuk beberapa waktu.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Melihat pergerakan secara sektoral, saham perumahan kembali memimpin pelemahan dikarenakan paling sensitif terhadap suku bunga dengan  Indeks Sektor Perumahan Philadelphia turun 5,4 persen. Saham baja juga menunjukkan pergerakan substansial ke sisi negatif, mengakibatkan NYSE Arca Steel Index turun 4,7 persen .

Saham semikonduktor, perangkat keras komputer, dan jaringan juga mengalami pelemahan yang cukup besar pada hari itu, sehingga berkontribusi pada penurunan tajam Nasdaq. Pelemahan yang mencolok juga terlihat pada  saham maskapai penerbangan, ritel dan pialang.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here