Naiknya Inflasi, Penyebaran Virus, dan Tensi Geopolitik — Global Market Outlook, 17-21 May 2021 by Alfred Pakasi

356

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Kekhawatiran pasar atas naiknya inflasi dan kemungkinan pengetatan moneter oleh the Fed mulai mereda. Namun pasar akan terus memonitor pergerakan inflasi selanjutnya.
  • Perkembangan penyebaran virus corona tetap diperhatikan investor dengan terjadinya peningkatan kasus di Asia, namun sebaliknya penurunan di AS, Inggris dan Eropa.
  • Investor akan mencermati rilis risalah pertemuan FOMC Federal Reserve pada pertengahan minggu nanti.
  • Kenaikan tensi geopolitik di Timur Tengah, antara Israel dan Palestina, terus diperhatikan pasar global.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 162.5 juta orang terinfeksi di dunia dan 3.37 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau fluktuatif melemah, harga emas menanjak, dan US dollar bias ke rebound.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 17-21 May 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum bangkit dari bearish-nya oleh akselerasi data inflasi AS namun diredakan di akhir pekan oleh pernyataan the Fed bahwa inflasi ini bersifat sementara, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat tipis ke 90.30. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah tipis ke 1.2145. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2183 dan kemudian 1.2243, sementara support pada 1.1986 dan 1.1861.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.4089 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4167 dan kemudian 1.4241, sedangkan support pada 1.3802 dan 1.3716. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 109.33.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.97 dan 111.30, serta support pada 107.47 serta level 106.65. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7780. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7891 dan 0.7884, sementara support level di 0.7675 dan 0.7531.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah dengan kekhawatiran investor atas kenaikan kasus Covid-19 di Asia dan naiknya inflasi dari AS. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 28,084. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 29,685 dan 30,064, sementara support pada level 27,385 dan 27,002. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 28,028. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28,884 dan 29,596, sementara support di 27,718 dan 27,505.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau terkoreksi dari level rekornya oleh kekhawatiran pasar atas melonjaknya inflasi AS yang dapat menahan kebijakan akomodatif the Fed, namun bangkit lagi di akhir pekan dipimpin sektor teknologi. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 34,382.1, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,812 dan 35,092, sementara support di level 33,555 dan 33,340. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 4,178.9, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4245 dan 4500, sementara support pada level 4035 dan 3939.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau lanjut menguat oleh data tertahannya retail sales AS serta merosotnya dollar di akhir pekan, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,843.16 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1855 dan berikut $1875, serta support pada $1756 dan $1676.

 

Apa yang terjadi di pasar global ternyata memiliki dampak kaitan yang erat dengan dinamika pasar domestik. Volatilitas pasar investasi global jelas punya pengaruh di sini. Investor lokal dituntut memiliki juga pengetahuan akan situasi pasar dunia dengan jeli dari waktu ke waktu. Hal ini, untuk sebagian investor awam, tidak mudah dipahami. Memang pasar internasional bukan perkara mudah untuk dimengerti. Diperlukan pengenalan pasar yang secara konsisten harus dimonitor terus. Di sinilah kelebihan dari vibiznews.com sebagai media investasi online lokal dengan coverage global secara intense. Anda cukup tinggal mengikuti ulasan berita, analisis dan rekomendasi instan kami. Jadi mudah bukan? Terima kasih bagi Anda yang telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here