KSEI: Akhir April, SID Pasar Modal Tembus 5 Juta Investor, Investor Lansia Kuasai Rp. 400 T Lebih

233

(Vibiznews – IDX Stocks) – Jumlah investor di pasar modal Indonesia akhirnya menembus 5 juta investor. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir April 2021, jumlah single investor identification (SID) pasar modal mencapai 5.088.093 investor. Realisasi tersebut tumbuh 31,11 persen dari posisi akhir 2020 lalu yang sebanyak 3.880.753 SID. Data tersebut menunjukkan sepanjang 4 bulan pertama di tahun ini ada 1.207.340 investor baru yang masuk ke pasar modal Indonesia.

Adapun, selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan jumlah investor di Tanah Air tercatat terus signifikan. Per akhir 2020 lalu, jumlah investor pasar modal tumbuh 56,21 persen menjadi 3,88 juta investor dari posisi akhir 2019 yang sebanyak 2,48 juta investor.
Sebelumnya, jumlah investor per akhir 2019 tersebut juga mengalami pertumbuhan 53,41 persen dari posisi akhir 2018 yang sebanyak 1,61 juta investor.

Sementara itu jika berdasarkan rincian, dari angka pertumbuhan per akhir April 2021, investor C-BEST atau investor saham tercatat sebanyak 2,29 juta investor, tumbuh 35,61 persen dari posisi akhir 2020 lalu yang sebanyak 1,69 juta investor.

Un-investor S-INVEST atau investor reksa dana, data per akhir April 2021 tercatat sebanyak 4,40 juta investor. Jumlah investor instrumen investasi kolektif ini tumbuh paling tinggi yakni 38,85 persen dari posisi akhir 2020 lalu yang sebanyak 3,17 juta investor. Jumlah investor surat berharga negara juga mengalami pertumbuhan, meski tak setinggi kelompok investor lainnya.

Per akhir April 2021, ada 520,652 investor SBN atau naik 13,09 persen dari posisi akhir 2020 yang sebanyak 460.372 investor. Sebagai informasi, total jumlah investor di pasar modal Indonesia memang lebih kecil dibandingkan angka kumulatif jika investor C-BEST, investor S-INVEST, dan investor surat berharga digabungkan. Setiap investor yang ada di pasar modal hanya akan mendapat 1 SID meski dia berinvestasi di berbagai aset pasar modal. Sehingga angka total jumlah investor pasar modal sudah termasuk irisan investor yang masuk di beberapa aset berbeda.

Investor muda termasuk dari kalangan pelajar semakin mendominasi pasar modal Indonesia secara jumlah investor, meski secara nilai aset masih minim.

Secara demografi, KSEI mencatat investor di pasar modal masih didominasi oleh laki-laki sebanyak 61,55 persen dengan total aset Rp593,13 triliun, sedangkan sisanya 38,45 persen adalah investor perempuan dengan total aset Rp208,84 triliun.

Dari sisi usia, investor berusia muda atau di bawah 30 tahun masih menjadi yang terbanyak yakni 57,40 persen dari total investor tercatat. Proporsi kelompok usia ini kian membesar dibandingkan akhir 2020 lalu yakni 54,07 persen.

Secara nilai aset, kelompok usia paling muda memiliki aset paling minim yakni hanya Rp34,99 triliun. Akan tetapi jumlah tersebut juga mengalami pertumbuhan dari posisi akhir 2020 yang hanya mencapai Rp30,48 triliun.

Sebaliknya, investor berusia lanjut atau di atas 60 tahun merupakan yang paling sedikit jumlahnya yakni hanya 3,62 persen dari total investor, tapi secara nilai aset mereka menguasai lebih dari separuh aset pasar modal yakni Rp412,42 triliun.

Kelompok usia lainnya yakni 31 – 40 tahun terbanyak kedua yakni 21,81 persen dengan aset Rp72,06 triliun, lalu 41-50 tahun terbanyak ketiga yakni 11,22 persen dengan aset Rp135,81 triliun, dan 51-60 tahun sebanyak 5,95 persen dengan aset Rp188,24 triliun.

Dari sisi pekerjaan, investor berprofesi pegawai baik swasta, ASN, ataupun guru menjadi yang terbanyak yakni 34,56 persen dengan aset 258,19 triliun. Menariknya, posisi kedua ditempati oleh kalangan pelajar yakni sebanyak 27,28 persen dengan aset Rp12,62 triliun. Kemudian, dari profesi pengusaha sebanyak 13,60 persen dengan aset Rp265,18 triliun, ibu rumah tangga sebanyak 4,54 persen dengan aset Rp56,51 triliun, dan sisanya profesi lain-lain sebanyak 20,12 persen dengan aset Rp211,68 triliun.

Sementara dari sisi pendidikan, investor tamatan SMA merupakan yang paling banyak yakni 52,25 persen dari total investor. Diikuti lulusan S1 (36,41 persen), lulusan D3 (7,86 persen), dan sisanya lulusan S2 ke atas (3,49 persen).

Terakhir, jika dilihat dari penghasilan, investor yang mengantongi Rp10 — 100 juta per bulan mendominasi dengan proporsi 53,14 persen dari total investor pasar modal. Diikuti oleh investor dengan penghasilan kurang dari Rp10 juta per bulan sebanyak 32,50 persen. Selanjutnya ada investor dengan penghasilan Rp100 — 500 juta per bulan sebanyak 11,47 persen, investor dengan penghasilan Rp500 juta hingga Rp1 miliar per bulan sebanyak 2,12 persen, dan investor dengan penghasilan lebih dari Rp.1 miliar per bulan ada 0.77 persen.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here