Rekomendasi Mingguan Minyak 17 – 21 Mei 2021: Dari Penurunan ke $63, Berbalik Naik ke $65.49.

210

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) sempat turun dengan Colonial Pipeline – kanal gasoline terbesar di AS – memulai kembali operasinya setelah terjadi insiden hacking. Beroperasinya kembali Colonial Pipeline kelihatannya mengurangi ketakutan akan kekurangan supply minyak mentah WTI sehingga menggerakkan harga minyak mentah AS turun ke $63.00.

Namun turunnya dollar AS pada hari Jumat minggu lalu dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah membuat harga minyak mentah berjangka AS, WTI, berbalik naik.

Setelah sempat naik dan menyentuh ketinggian 6 hari di 90.90 pada hari Rabu, karena kekuatiran akan inflasi setelah munculnya angka CPI AS yang mengejutkan secara negatip, pada akhir minggu sentimen pasar berubah menjadi positip sehingga menekan indeks dollar AS turun 0.3% ke 90.45 membuat dollar AS turun dimana-mana.

Penurunan dollar AS semakin meluas setelah pada hari Jumat minggu lalu, data makro ekonomi AS keluar lebih buruk daripada yang diperkirakan. Penjualan ritel tidak menunjukkan adanya pertumbuhan pada bulan April dengan angkanya turun 10.7% pada bulan lalu menjadi 0.0% sementara konsensus pasar memperkirakan pertambahan sebanyak 1.0%. Sementara angka inti penjualan ritel turun dari bulan sebelumnya sebanyak 9% menjadi – 0.8%, dengan konsensus pasar memperkirakan angka sebesar 0.5%.

Selain itu, perkiraan pendahuluan dari Michigan Consumer Sentiment Index pada bulan Mei muncul di 82.8, turun dari sebelumnya di 88.3 dengan konsensus pasar memperkirakan 90.4. Demikian juga Industrial Production naik hanya sedikit yaitu sebesar 0.7% pada bulan April.

Sebagai akibatnya spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneternya karena meningkatnya inflasi, mereda, sehingga harga saham AS melonjak naik, sebaliknya dollar AS dan yields obligasi pemerintah AS turun yang mendorong naik harga minyak mentah WTI.

Naiknya kekerasan di Timur Tengah dengan Israel dan Palestina saling menembakkan misilnya di jalur Gaza, membuat berkembangnya ketakutan akan terjadi pertempuran darat sehingga membuat kenaikan harga minyak mentah semakin bertambah menjadi sekitar $65.49.

“Support” terdekat menunggu di $65.37 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $65.03  dan kemudian $64.50. “Resistance” yang terdekat menunggu di $65.59 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $65.91 dan kemudian $66.58.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here