Harga Minyak Sawit Turun dari Harga Tertinggi 13 Tahun

170

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak sawit pada penutupan pasar hari Senin turun dari harga tertinggi pada minggu lalu. Harga minyak sawit naik pada minggu lalu karena berkurangnya pasokan minyak nabati global. Pada awal minggu harga minyak sawit kembali konsolidasi dari harga tertingginya sehingga pada hari Senin harga minyak sawit turun, kehilangan kesempatan ekspor, karena Uni Eropa tidak melakukan pembelian minyak sawit.

Harga minyak sawit Agustus pada penutupan pasar hari Senin di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 45 ringgit, atau 1.05% menjadi 4,240 ringgit ($1,206.88) per ton.

Hari Kamis dan Jumat pada minggu lalu bursa Malaysia ditutup dan pada hari Rabu dibuka setengah hari karena liburan hari Idul Fitri.

Biaya restribusi minyak sawit di Indonesia sedang diusulkan untuk diturunkan $100 per ton, dan juga produksi pada musim ini diperkirakan meningkat sedangkan ekspor kehilangan momentum untuk lebih meningkat lagi.

Ekspor minyak sawit Malaysia dari tanggal 1 -15 Mei naik 18.8% menjadi 695,764 ton dari 1 -15 April, menurut AmSpec Agri Malaysia.
Momen untuk pengiriman ekspor yang meningkat pada pertengahan bulan ke dua hilang karena Uni Eropa tidak membeli minyak sawit.

Harga minyak kedelai di Bursa Dalian turun 1.1% dan harga minyak sawit juga turun 1 %. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0.9%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 4,230 ringgit, dan berikut 4,200 ringgit sedangkan resistant pertama di 4,520 ringgit, dan berikut 4,580 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here