Rekomendasi Minyak 18 Mei 2021: Bullish Memimpin

232
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Commodities) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) naik untuk minggu ketiga berturut-turut dan mencapai rekor ketinggian baru di $66.25.

Penyebab dari kenaikan dollar AS adalah ketakutan akan naiknya inflasi AS yang bisa memaksa Federal Reserve AS untuk mengurangi skema pembelian obligasi dan nantinya menaikkan tingkat bunga. Ketakutan akan naiknya inflasi disebabkan oleh lompatnya Consumer Price Index (CPI) AS di bulan April dan juga Consumer Sentiment Index dari Universitas Michigan untuk bulan Mei. Namun, Cina melaporkan kenaikan dalam penjualan ritel bulan April hanya 17.7% dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 25%. Tidak ada “supercycle” komoditi tanpa Cina. Hal ini membuat the Fed akan semakin berani terus bersikap dovish yang akan menekan dollar AS turun.

Tertekannya dollar AS pada gilirannya memberikan dorongan naik bagi harga minyak mentah WTI.

Sementara itu, investor tetap penuh dengan harapan akan pemulihan permintaan energi global dengan negara-negara utama di dunia terus melonggarkan restriksi sehubungan dengan coronavirus.

Terakhir, Arab Saudi mengumumkan pada hari Senin bahwa ekspor produk minyak pada bulan Maret menurun sebanyak 0.121 juta barel per hari menjadi 1.109 juta barel per hari, sebagaimana yang dilaporkan oleh Reuters, juga mendukung kenaikan harga minyak mentah WTI.

“Support” terdekat menunggu di $65.37 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $65.03  dan kemudian $64.50. “Resistance” yang terdekat menunggu di $66.25 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $66.99 dan kemudian $68.42.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here