Rekomendasi Minyak 19 Mei 2021: Terkoreksi Normal Secara Tehnikal

188

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) kehilangan keuntungannya yang diperoleh pada saat berada di level tertinggi sejak 8 Maret dimana diperdagangkan di atas $66.50. Penurunan harga minyak mentah WTI disebabkan karena faktor tehnikal dimana harga telah naik terlalu tinggi dengan terlalu cepat sehingga membentuk formasi double top yang membalikkan tren naik menjadi tren turun dan sekarang diperdagangkan di sekitar $65.14.

Kenaikan harga minyak mentah WTI mengalami kenaikan dari level rendah di $63.00 per barel ke pertengahan $66.00 disponsori oleh diperlonggarnya restriksi terhadap aktifitas ekonomi di negara-negara Barat, termasuk AS, Inggris dan Eropa.

Optimisme ini membantu menghilangkan keprihatinan terhadap merebaknya Covid – 19 yang baru dan dikenakannya restriksi yang baru di Sebagian negara – negara di Asia yang bisa merintangi pemulihan permintaan minyak mentah di Asia. Terlepas dari hal ini, kecenderungan dijualnya dollar AS yang mendominasi pasar adalah penyebab naiknya harga komoditas yang berdenominasi USD termasuk minyak mentah.

Keluarnya data penjualan ritel AS yang mengecewakan pada hari Jumat yang lalu meneguhkan pandangan dari the Fed yang dovish dan memaksa para investor untuk menghitung ulang ekspektasi mereka akan dinaikkannya tingkat bunga the Fed lebih cepat daripada yang diperkirakan. Hal ini bersamaan dengan sentimen yang positip di pasar telah melemahkan matauang dollar AS yang safe-haven dan menyeret indeks dollar AS ke kerendahan mendekati tiga bulan.

“Support” terdekat menunggu di $65.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $64.81  dan kemudian $64.50. “Resistance” yang terdekat menunggu di $66.25 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $66.70 dan kemudian $67.33.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here