Harga Gula Turun , Karena Produksi Gula Di Brazil Meningkat

261

(Vibiznews – Commodity) Harga gula pada penutupan pasar hari Rabu turun karena produksi gula di Brazil meningkat diluar perkiraan.

Harga gula Juli di ICE New York turun 26 sen (1.53%) menjadi $16.78 dan harga gula putih Agustus di ICE London turun 1.29%.

Unica pada hari Rabu melaporkan bahwa produksi gula di Brazil Pusat dan Selatan naik menjadi  sebesar 2.38 MMT pada pertengahan Mei diatas perkiraan 2.24 MMT. Produksi gula sempat turun 4.4% dari tahun lalu pada periode yang sama. Tebu yang digiling sebesar 41 juta ton turun 3% dari tahun 2020, produksi etanol juga turun 0.6% dari tahun lalu menjadi 1.81 milyar liter.

Pasar memperkirakan kemungkinan pengaruh buruk dari laporan sebelumnya bahwa produksi gula sebesar 2.18 juta ton, tebu yang digiling 38.8 juta ton dan produksi etanol 1.6 milyar liter menurut S&P Global Platts. Terjadi perbaikan gula yang dihasilkan dari per ton tebu yang digiling naik menjadi 131 kg/ton naik 0.39% dari tahun lalu pada periode yang sama.

Harga gula pada hari Senin turun karena perkiraan cuaca dari Somar Meteorologia curah hujan akan sebesar 20 mm diperkebunan tebu sampai 2 Juni, sehingga mengurangi kekuatiran hasil panen karena kekeringan.

India sudah mulai menjual gula sekalipun tidak mendapat subsidi dari pemerintah, sehingga ekspor gula India naik 14% dari tahun lalu sehingga mencapai 6.5 juta ton di 2020/21. Ekspor akan menyebabkan pengurangan persediaan dan meningkatkan harga di dalam negeri, dimana harga gula global di pengaruhi kelebihan persediaan. Laporan ini menyebabkan Kenaikan harga di New York dan London terhenti, setelah naik ke harga tertinggi 4 tahun. Pada 29 April Czarnikow mengatakan bahwa curah hujan di daerah selatan Brazil dari Oktober sampai Maret curah hujannya 36% dan dibawah rata-rata, kekeringan terbesar selama 10 tahun.

Di Sao Paulo daerah perkebunan tebu yang menghasilkan panen tebu 68% dari total produksi tebu, mengalami cuaca terkering selama 20 tahun ini selama lima sampai enam bulan sampai Maret, sehingga hasil panen mengalami kerugian sebesar 20% menurut Somar.

Suedezucker AG, produsen gula terbesar di Uni Eropa pada Kamis lalu memperkirakan produksi gula Uni Eropa turun 4% dari tahun lalu menjadi 14.5 MMT.

Menurut the Indian Sugar Mills Association pada hari Senin bahwa produksi gula India dari 1 Oktober – 15 Mei naik 14% dari tahun lalu menjadi 30.36 MMT dari 26.53 MMT karena meningkatnya hasil panen tebu dan pabrik tebu lebih banyak membuat gula dibanding etanol.

Produksi gula di Thailand, negara pengekspor gula terbesar ke dua di dunia. Menurut The Thailand Office of Cane & Sugar Board pada 17 Maret lalu bahwa produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.90 kemudian ke $16.50 sedangkan resistant pertama di $17.40 dan berikut ke $17.80.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here