Antara Pengetatan Moneter dan Pemulihan Ekonomi — Global Market Outlook, 7-11 June 2021 by Alfred Pakasi

388

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar sempat dikejutkan dengan pernyataan anggota the Fed yang menyampaikan perlunya pengurangan QE (quantitative easing). Hal ini masih akan terus dicermati pasar.
  • Laporan data NFP (Non-farm Payrolls) meleset di bawah ekspektasi. Sebagai akibatnya, dollar AS berbalik turun; suatu pergerakan yang sedang dimonitor investor.
  • Kasus virus corona dengan varian-varian barunya dan masih meningkatnya pandemik di Asia dan Amerika Latin, sementara terus menurun di AS dan Eropa.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 173.3 juta orang terinfeksi di dunia dan 3.72 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau menguat, harga emas terkoreksi, dan US dollar menanjak terbatas.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 7-11 June 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum menguat terbatas secara fluktuatif oleh indikasi the Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasinya, namun terkoreksi di akhir pekan karena data NFP yang di bawah ekspektasi, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat tipis ke 90.13. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun tipis ke 1.2166. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2245 dan kemudian 1.2350, sementara support pada 1.2051 dan 1.1986.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah terbatas ke level 1.4151 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4241 dan kemudian 1.4642, sedangkan support pada 1.4005 dan 1.3802. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 109.48.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.97 dan 111.30, serta support pada 107.47 serta level 106.65. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.7799. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7891 dan 0.7884, sementara support level di 0.7675 dan 0.7531.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed di tengah harapan pemulihan ekonomi di AS dan kemungkinan risiko pengetatan moneter. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 29,941. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 29,685 dan 30,064, sementara support pada level 27,821 dan 27,385. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 28,918. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29,596 dan 29,912, sementara support di 28,195 dan 27,718.

Bursa saham Wall Street minggu lalu menguat kembali oleh optimisme investor atas pemulihan ekonomi di Amerika setelah kenaikan data tenaga kerja walaupun masih di bawah ekspektasi. Dow Jones secara mingguan menguat tipis ke level 34,576.40, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,812 dan 35,092, sementara support di level 33,473 dan 33,340. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 4,229.4, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4245 dan 4500, sementara support pada level 4061 dan 4035.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi dari posisi 19 minggu tertingginya dan rally 4 minggunya meskipun di akhir pekan rebound oleh data NFP yang di bawah ekspektasi, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,891.40 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1917 dan berikut $1927, serta support pada $1842 dan $1808.

 

Ada sejumlah indikator data ekonomi kerap menjadi penggerak pasar, sementara sebagian data ekonomi lainnya sepertinya tidak berdampak terhadap harga di pasar investasi. Kadang seorang investor individual terkecoh dengan pilihan dan analisis fundamental data ekonomi. Hal itu dapat dimengerti kalau tidak mempelajari situasi pasar sebelumnya.  Demikianlah, fluktuasi pasar dan data perlu dipelajari hubungan dan kaitannya. Kalau Anda mengalami kesulitan mempelajari dan melihat contohnya, lihat saja Vibiznews.com. Sejumlah data lengkap dengan analisis seketikanya langsung tersaji tiap kali rilis berita ekonomi penting diumumkan. Itu akan memberikan gambaran arah pasar selanjutnya. Begitulah, kami ada hanya untuk sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here