Harga Gula Naik Karena Menguatnya Real Brazil

233

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula pada penutupan pasar hari Selasa naik karena naiknya harga minyak mentah diikuti dengan menguatnya Real Brazil terhadap dolar.
Harga gula Juli di ICE New York naik 33 sen (1.90%) menjadi $17.71 dan harga gula putih Agustus naik 1.26%.

Harga minyak mentah pada hari Selasa naik masih sedikit dibawah harga tertinggi 2 1/2 tahun. Harga minyak mentah yang naik akan membuat harga etanol juga naik sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah akibatnya permintaan etanol naik membuat pabrik tebu lebih memilih untuk membuat etanol dibanding gula sehingga persediaannya menurun.
Real Brazil menguat namun masih sedikit dibawah harga tertinggi 5 3/4 bulan pada hari Senin. Dengan menguatnya real Brazil membuat harga gula di Brazil lebih mahal bagi pembeli luar Brazil akibatnya ekspor berkurang.

Harga gula pada hari Jumat lalu naik karena perkiraan the International Sugar Organization (ISO) untuk pasar gula global di 2021/22 defisit 2.7 MMT naik dari defisit 3.1 MMT pada 2020/21.
Harga gula pada hari Rabu lalu sempat naik karena kekhawatiran cuaca kering di Brazil. The National Weather System (NWS) pada tanggal 28 Mei mengatakan bahwa Central Brazil dalam emergency kekurangan air. The NWS mengatakan bahwa curah hujan di Brazil sedikit dan diperkirakan bahwa hujan akan turun sedikit dari bulan Juni sampai Agustus.

Harga gula saat ini mengalami kenaikan karena cuaca kering berlanjut di Brazil sehingga mengganggu tanaman tebu.Pada 29 April Czarnikow mengatakan bahwa curah hujan di daerah selatan Brazil dari Oktober sampai Maret curah hujannya 36% dan dibawah rata-rata, kekeringan terbesar selama 10 tahun. Di Sao Paulo daerah perkebunan tebu yang menghasilkan panen tebu 68% dari total produksi tebu, mengalami cuaca terkering selama 20 tahun ini selama lima sampai enam bulan sampai Maret, sehingga hasil panen mengalami kerugian sebesar 20% menurut Somar.

Pada hari Selasa lalu Conab memperkirakan produksi gula Brazil di 2021/22 akan turun 5.7% dari tahun lalu menjadi 38.9 MMT. Conab juga menurunkan produksi gula Brazil menjadi 41.3 MMT dari perkiraan Desember 41.8 MMT. Suedezucker AG, produsen gula terbesar di Uni Eropa pada Kamis lalu memperkirakan produksi gula Uni Eropa turun 4% dari tahun lalu menjadi 14.5 MMT.
Produksi gula di Thailand, negara pengekspor gula terbesar ke dua di dunia. Menurut The Thailand Office of Cane & Sugar Board pada 17 Maret lalu bahwa produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT.

Faktor yang menurunkan harga gula pada hari Rabu minggu lalu Balrampur, Chini, India, daerah produsen gula terbesar ke dua di India memperkirakan ekspor gula India di 2020/21 meningkat menjadi 6.8 MMT. Menurut the Indian Sugar Mills Association pada hari Selasa bahwa produksi gula India dari 1 Oktober – 31 Mei naik 13% dari tahun lalu menjadi 30.57 MMT dari 27.01 MMT karena meningkatnya hasil panen tebu dan meningkatnya penggilingan tebu.

Unica pada 26 Mei lalu melaporkan bahwa produksi gula di Brazil Pusat dan Selatan sebesar 2.38 MMT pada pertengahan Mei diatas perkiraan 2.24 MMT.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $17.30 kemudian ke $17.10 sedangkan resistant pertama di $17.90 dan berikut ke $18.20.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here