Forex Eropa GBPUSD 11 Juni: Poundsterling Melemah Meski Data PDB Inggris Ekspansi

338
Vibizmedia Photo

(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD  perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (11/6/2021) bergerak bearish setelah rebound dari posisi terendah 1 bulan sesi sebelumnya. Laju pair awal sesi terkoreksi oleh pergerakan kuat dolar AS meski yield obligasi tenor 10-tahun terendah 3 bulan. Di sesi eropa terdapat beberapa data ekonomi yang mixed.

PDB Inggris tumbuh sebesar 1,5% dalam tiga bulan hingga April, ekspansi pertama sejak periode Oktober-Desember 2020, terutama didorong oleh layanan di belakang penjualan ritel yang kuat. Pada bulan April saja, ekonomi tumbuh sebesar 2,3%, terbesar sejak Juli 2020, karena pembatasan COVID-19 semakin berkurang. Namun, PDB April tetap 3,7% di bawah level pra-pandemi

Pekan ini pair mendapat tekanan hingga sempat turun ke terendah 1 bulan di tengah kekhawatiran atas ketegangan antara Brussels dan London, meningkatnya jumlah kasus COVID di Inggris dan kemungkinan penundaan pembukaan kembali yang lebih luasdari yang ditetapkan akan jatuh tempo pada 21 Juni. Inggris dan Uni Eropa telah gagal menyepakati solusi untuk masalah perdagangan pasca-Brexit di Irlandia Utara, dengan masing-masing pihak menuduh yang lain beritikad buruk.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang berusaha naik di pasar uang Eropa setelah tertekan sesi global sebelumnya; bergerak terbatas oleh anjloknya yield obligasi AS tenor 10-tahun ke posisi terendah 3 bulan.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD melemah, dan kini pair berada di posisi 1.4150 yang sedang meluncur  ke posisi support lemahnya di 1.4106 – 1.4065. Namun jika pair menguat,  akan mendaki kembali ke posisi  1.4184 sebelum capai resisten kuat di 1.4210 – 1.4250.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here