BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham DCI Indonesia (DCII) di Harga Rp.50.250 per Lembar

339

(Vibiznews – IDX Stocks) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) mulai hari Selasa (15/6/2021), menyusul peningkatan harga yang signifikan.

“Dalam rangka cooling down, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), pada perdagangan tanggal 15 Juni 2021,” papar BEI dalam keterangan tertulis.
Penghentian sementara perdagangan saham DCII tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai.

Bursa mengatakan suspensi ini bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham DCII.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” tulis BEI.

Berdasarkan data BEI, saham emiten penyedia layanan data center ini ditutup melesat 16,32 persen ke level Rp50.250 per saham pada akhir perdagangan Senin kemarin. Dengan anga PER 623.11 kali dan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp.119.78 triliun.

Sepanjang pekan ini, saham DCII terlah menguat hingga 46,93 persen. Adapun sejak satu bulan terakhir, saham DCII telah melesat 329,49 persen.

Secara kinerja keuangan, perseroan mencetak kenaikan laba sepanjang kuartal I/2021 sebesar 54,59 persen secara year on year (yoy).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, emiten bersandi DCII ini membukukan pendapatan Rp171,50 miliar sepanjang kuartal I/2021, naik 24,57 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp137,68 miliar.

Pos pendapatan utama DCII berasal dari bisnis colocation yang menyumbang pendapatan sebesar Rp161,74 miliar, sedangkan sisanya dari pendapatan lain-lain sebesar Rp9,76 miliar.

Dari pos beban, juga tercatat naik dari Rp62,55 miliar pada kuartal I/2020 menjadi Rp76,09 miliar pada kuartal I/2021, atau meningkat 21,63 persen.

Meskipun demikian, secara keseluruhan laba bersih tahun berjalan DCII membukukan peningkatan signifikan 54,59 persen yakni dari Rp31,08 miliar pada tahun lalu menjadi Rp48,05 miliar.

Laba per saham pun naik dari Rp15 per saham menjadi Rp20 per saham, per kuartal I/2021.

Seperti telah diketahui, usai menambah kepemilikan saham di PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) Anthoni Salim menggandeng perseroan untuk membangun kompleks data center park berstandar global bernama H2 di Pertiwi Lestari Industrial Park di Karawang.

Axton Salim, putra dari Anthoni Salim mengatakan, H2 merupakan salah satu kompleks data center terbesar di Asia Tenggara dengan luas puluhan hektar dan memiliki total kapasitas ratusan megawatt (MW).

Menurutnya, pembangunan akan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Adapun, H2 didesain dengan standar internasional menggunakan spesifikasi Tier 3 dan Tier 4 yang didukung oleh multiple konektifitas fiber optic (carrier neutral) dan dua pembangkit listrik.
Selain itu, H2 dibangun dengan konsep green data center yang akan dioperasikan dengan menggunakan energi terbarukan dari solar panel farm yang akan dibangun di area yang sama.

“H2 akan membawa dampak positif yang besar bagi pelaku bisnis di Indonesia dalam memenuhi tuntutan pasar untuk mempercepat proses digitalisasi di Indonesia sehingga kita mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (14/6/2021).
Adapun, pada Senin (14/6/2021), proses topping off dari gedung data center pertama H2 telah dilakukan.

Gedung ini nantinya akan memiliki 10 lantai, dengan 6 lantai di antaranya adalah ruang data dengan total kapasitas 3.000 rack serta kapasitas total daya listrik 15 MW.

Pembangunan gedung ini telah dimulai sejak kuartal IV/2020. Sementara itu, Toto Sugiri mengatakan dibentuknya H2 sejalan dengan visi dan misi DCI untuk menjadi penyedia layanan data center terpercaya di Asia Tenggara serta memenuhi kebutuhan pelanggan di tengah percepatan digitalisasi dewasa ini.

Sebelumnya, Anthoni Salim telah mulai masuk ke bisnis data center melalui kerjasama dengan IndoKeppel dan investasi di CBN.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here