IHSG Kamis Siang Melemah ke Level 6.065; Bursa Asia Terkoreksi, Proyeksi Kenaikan Bunga 2023

164
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (17/6) terpantau melemah 13,165 poin (0,22%) ke level 6.065,403 setelah dibuka turun ke level 6.068,473. IHSG bergerak fluktuatif di dua zona lalu terkoreksi terbatas, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah setelah the Fed mengindikasikan dimulainya kenaikan suku bunga pada tahun 2023.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah signifikan 0,86% atau 123 poin ke level Rp 14.360, dengan dollar AS di pasar uang Asia stabil setelah melejit di sesi global sebelumnya; mendekati level 2 bulan tertingginya setelah the Fed memberikan proyeksi dimulainya kenaikan bunga pada tahun 2023 sebanyak dua kali. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.237, terpantau berada di sekitar 3 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 10,095 poin (0,17%) ke level 6.068,473. Sedangkan indeks LQ45 turun 5,360 poin (0,61%) ke level 879,751. Siang ini IHSG melemah 13,165 poin (0,22%) ke level 6.065,403. Sementara LQ45 terlihat turun 0,48% atau 4,232 poin ke level 880,879.

Tercatat sebanyak 165 saham naik, 309 saham turun dan 157 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 726,51 kali transaksi sebanyak 15,03 miliar lembar saham senilai Rp 7,095 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya bias melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 1,09%, dan Hang Seng yang naik 0,28%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Bintang Oto (BOGA) -3,35%, Tower Bersama (TBIG) -2,46%, Unilever (UNVR) -1,92%, dan Bank BNI (BBNI) -1,86%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak fluktuatif lalu terkoreksi, sementara bursa kawasan Asia bias melemah setelah the Fed mengindikasikan dimulainya kenaikan suku bunga pada tahun 2023. Berikutnya IHSG kemungkinan akan bergerak masih terbatas, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.115 dan 6.170. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.972, dan bila tembus ke level 5.833.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here