IHSG Jumat Siang Terkoreksi 1,8% ke Level 5.958; Bursa Asia Mixed, Mengikuti Wall Street

139
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (18/6) terpantau melemah signifikan 110,432 poin (1,82%) ke level 5.958,015 setelah dibuka turun ke level 6.063,897. IHSG terkoreksi tajam di tengah kekhawatiran investor atas menanjaknya kasus Covid, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya variatif setelah Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneternya dan Wall Street berakhir mixed.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,29% atau 42 poin ke level Rp 14.397, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi tipis setelah menguat signifikan 2 hari di sesi global sebelumnya; di sekitar 2 bulan tertingginya setelah pernyataan hawkish the Fed yang memproyeksikan dimulainya kenaikan bunga pada tahun 2023 dua kali. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.355, terpantau berada di sekitar 4 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah terbatas 4,550 poin (0,07%) ke level 6.063,897. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,657 poin (0,30%) ke level 874,860. Siang ini IHSG melemah tajam 110,432 poin (1,82%) ke level 5.958,015. Sementara LQ45 terlihat turun 2,16% atau 18,945 poin ke level 858,572.

Tercatat sebanyak 67 saham naik, 466 saham turun dan 98 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 946,33 kali transaksi sebanyak 16,83 miliar lembar saham senilai Rp 8,658 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya mixed, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,02%, dan Hang Seng yang naik 0,59%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Merdeka Cooper (MDKA) -6,82%, Bank BNI (BBNI) -5,96%, Antam (ANTM) -4,29%, dan PGN (PGAS) -3,62%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak dalam koreksi tajam dengan pasar khawatir menanjaknya kasus Covid, sementara bursa kawasan Asia variatif setelah BOJ mempertahankan kebijakan moneternya dan Wall Street mixed. Berikutnya IHSG kemungkinan akan akan masih dalam tekanan di zona merah, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.135 dan 6.231. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.860, dan bila tembus ke level 5.833.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here