The Fed yang Hawkish dan Kenaikan Covid — Global Market Outlook, 21-25 June 2021 by Alfred Pakasi

474

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • The Fed mengeluarkan pernyataan yang hawkish dan mengejutkan pasar dengan rencana kenaikan suku bunga dua kali pada tahun 2023, lebih cepat dari prediksi pasar.
  • Pasar juga akan mencermati sederet data ekonomi Amerika pada pekan depan, seperti PMI Manufaktur dan Jasa serta GDP final untuk melihat kemungkinan pengetatan moneter yang lebih awal.
  • Virus Corona varian baru terus diamati pasar dengan meningkatnya kasus baru di beberapa negara termasuk di Inggris yang paling maju dalam melakukan vaksinasi.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 178.6 juta orang terinfeksi di dunia dan 3.86 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia cenderung terkoreksi, harga emas tergelincir, dan US dollar tampil perkasa.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 21-25 June 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum menguat signifikan dalam minggu terbaiknya di 14 bulan terakhir, ke level 9 minggu tertingginya, oleh pernyataan the Fed yang akan menaikkan suku bunga dan mengurangi pembelian obligasi pada tahun 2023, lebih cepat dari prediksi pasar, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melejit ke 92.32. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.1862. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2147dan kemudian 1.2218, sementara support pada 1.1795 dan 1.1704.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.3798 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4133 dan kemudian 1.4241, sedangkan support pada 1.3716 dan 1.3670. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 110.21.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.82 dan 111.30, serta support pada 107.47 serta level 106.65. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7478. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7726 dan 0.7884, sementara support level di 0.7425 dan 0.7373.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan bias melemah mencermati arah pasar di antara penurunan harga komoditas dan sektor saham terkaitnya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat tipis ke level 28,964. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 29,481 dan 29,685, sementara support pada level 27,821 dan 27,385. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 28,801. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29,596 dan 29,912, sementara support di 28,195 dan 27,718.

Bursa saham Wall Street minggu lalu melemah dengan Dow Jones tergelincir membukukan minggu terburuk sejak Oktober lalu di tengah pasar yang khawatir the Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari prediksi sebelumnya. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 33,290.09, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,618 dan 34,849, sementara support di level 32,905 dan 32,071. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 4,154.0, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4254 dan 4270, sementara support pada level 4061 dan 4035.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi di minggu ketiganya ke level 6 minggu terendahnya, mencatat minggu terburuknya dalam setahun terakhir, oleh perkasanya dollar karena pernyataan hawkish the Fed, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah tajam ke level $1,764.235 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1869 dan berikut $1903, serta support pada $1756 dan $1721.

 

Situasi dan isyu global tetap ramai menjadi topik perbincangan di pasar investasi saat ini. Pandemi Covid-19 dan gejolak geopolitik, misalnya, menjadi sebagian bahan diskusi yang cukup ramai di antara para investor. Para pelaku investasi saling-silang berbeda pendapat di mass media dan forum diskusi. Ini sering membingungkan para investor individual dalam menentukan strategi investasi mereka. Gabung saja mengikuti Vibiznews dan Anda akan memperoleh secara rutin harian pandangan pasar dan rekomendasi aksi pasar berikutnya. Dengan tingkat akurasi yang menarik, investor harusnya akan banyak diuntungkan dengan cara yang cerdas dan praktis. Terima kasih telah bersama dengan kami yang merupakan partner demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here