BEI: 17 Emiten dalam Pantauan Khusus, Ada GIAA dan Bank Ina Perdana

273

(Vibiznews – IDX Stocks) – Sebanyak tiga emiten masuk dalam pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia bersama 14 perusahaan lainnya. Ketiganya antara lain, bank yang terafiliasi dengan Grup Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) hingga PT Tridomain Performance Material Tbk (TDPM).

Ketiga perusahaan tersebut masuk dalam daftar efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus yang berlaku efektif mulai Selasa, 27 Juli 2021.

Bank Ina masuk dalam kriteria nomor 10, atau dihentikan sementara perdagangan sahamnya oleh otoritas bursa lebih dari satu hari yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

Sementara saham GIAA juga masuk pemantauan khusus karena laporan keuangan auditan terakhir mendapat opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dan dalam kondisi dimohonkan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

Sedangkan, saham Tridomain masuk kriteria nomor 8, yakni penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

Sebelumnya, BEI mengeluarkan tiga emiten dari pemantauan khusus, yakni, PT Grand Kartech (KRAH), PT Sri Rejeki Isman (SRIL), dan PT Waskita Beton Precast (WSBP).

Ketiga emiten tersebut masuk dalam kriteria pemantauan khusus karena dalam kondisi dimohonkan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

Berikut ini selengkapnya 17 emiten yang masuk dalam daftar efek dalam pemantauan khusus:

Pengawasan BEI

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here