Harga Minyak Sawit Naik Karena Produksi Turun

230

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit naik pada penutupan pasar hari Senin, melanjutkan kenaikan pada hari Jumat, setelah laporan produksi minyak sawit turun 10% pada bulan Juli sementara kenaikan harga terhenti karena harga minyak kedelai turun di Chicago Board of Trade.

Harga minyak sawit Oktober pada penutupan pasar hari Senin di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 113 ringgit atau 2.7% menjadi 4,384 ringgit ($1,036.41) per ton setelah 4,205 ringsesi sebelumnya.

Harga minyak sawit naik karena turunnya produksi di bulan Juli menurut dua trader di Kuala Lumpur, turunnya produksi karena pandemi covid  masih berlangsung di dua negara penghasil minyak sawit terbesar Indonesia dan Malaysia, aktivitas ekonomi  menurun, dan di Malaysia kekurangan tenaga kerja untuk panen di ladang sawit.

Produksi diperkirakan akan turun 10.8% dari 1 –20 Juli dibanding bulan lalu

Namun kenaikan harga tersebut terhenti karena turunnya harga kedelai di Chicago Board of Trade ke harga terendah dua minggu karena cuaca menguntungkan bagi tanaman kedelai pada minggu depan.

Permintaan akan biodiesel akan meningkat apabila harga minyak mentah juga naik.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0.4% sedangkan harga minyak kedelai di Dalian naik 0.7% dan juga harga minyak sawit naik 2.2%.

Ekspor minyak sawit Malaysia 1 –25 July turun 4% menjadi 1,127, 146 metrik ton dari bulan lalu pada periode yang sama menurut AmSpec Agri pada hari Senin.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di $4,280 dan berikut ke $4,140 sedangkan resistant pertama di $4,400 dan berikut ke $4,460.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here