IHSG Selasa Siang Flat ke Level 6.105; Bursa Asia Menguat, Wall Street dalam Rekor

186
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (27/7) terpantau flat dengan melemah tipis 0,406 poin (0,01%) ke level 6.105,989 setelah dibuka naik ke level 6.131,527. IHSG berupaya meneruskan rally namun dihadang profit taking, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat di tengah data menanjaknya profit industri di China dan Wall Street yang berakhir kompak mencetak rekor baru.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah terbatas 0,03% atau 5 poin ke level Rp 14.487, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun tipis setelah menguat di sesi global sebelumnya; di bawah 15 minggu tertingginya dengan investor fokus ke pertemuan the Fed minggu ini. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.482.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,132 poin (0,41%) ke level 6.131,527. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,062 poin (0,60%) ke level 846,883. Siang ini IHSG melemah tipis 0,406 poin (0,01%) ke level 6.105,989. Sementara LQ45 terlihat turun 0,61% atau 5,109 poin ke level 836,712.

Siang ini empat dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor non-cyclical yang merosot 1,30%, diikuti sektor industrial yang turun 0,56%.

Tercatat sebanyak 235 saham naik, 248 saham turun dan 148 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 929,72 kali transaksi sebanyak 13,10 miliar lembar saham senilai Rp 6,972 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya mixed, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,50%, dan Hang Seng yang turun 1,03%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Ciputra Development (CTRA) -5,38%, Unilever (UNVR) -4,26%, Indocement (INTP) 2,46%, dan Antam (ANTM) -1,90%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dari zona hijau tergerus koreksi profit taking, sedangkan bursa kawasan Asia umumnya menguat di tengah menanjaknya profit industri China dan Wall Street yang kompak mencetak rekor. Berikutnya IHSG kemungkinan masih bisa kembali ke zona hijau dengan gain terbatas, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.135 dan 6.231. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.913, dan bila tembus ke level 5.884.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here