Harga Minyak Sawit Malaysia Turun Karena Turunnya Ekspor

196

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit Malaysia turun pada penutupan pasar hari Rabu setelah naik selama 3 hari berturut-turut, karena penurunan ekspor mingguan

Harga minyak sawit Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 2.83% menjadi 4,297 ringgit ($1,015.12) pada penutupan pasar hari Rabu.

Aksi jual terjadi pada pasar berjangka setelah laporan bahwa India dan Cina tidak melakukan ekspor dengan Malaysia pada minggu lalu, karena harga minyak sawit tinggi dan juga harga minyak sawit Indonesia lebih murah dari Malaysia.

Secara fundamental harga minyak sawit Malaysia naik karena persediaan berkurang akibat kenaikan kasus positif Covid 19 yang membuat produksi terhambat, karena kekurangan tenaga kerja yang mau bekerja di lapangan sekalipun lockdown di Malaysia masih mengijinkan berjalannya aktivitas perkebunan sawit walaupun waktu dan pekerja dikurangi.

Produksi minyak sawit diperkirakan akan turun 10.8% dari 1 –20 Juli dibanding bulan lalu

Permintaan ekspor dari India berkurang di Malaysia, karena India membeli minyak sawit dari Indonesia dengan harga yang lebih murah.

Indonesia menetapkan penurunan harga referensi minyak sawit untuk bulan Agustus menjadi $1,048.62 perton sehingga pajak ekspor turun menjadi $93 per ton sedangkan untuk Crude Palm Oil biaya restribusi $175 per ton tidak berubah.

Terbatasnya hujan di Utara dan Barat sedangkan hujan turun di Selatan dan Timur Perkebunan Kedelai di AS, temperatur diatas normal membuat harga kedelai sempat naik

Harga minyak kedelai di Bursa Dalian turun 1.69% dan harga minyak sawit turun 1.04%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0.65%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di $4,290 dan berikut ke $4,200 sedangkan resistant pertama di $4,480 dan berikut ke $4,720.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here