Optimisme Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

504

(Vibiznews – Dialogue & Opinion) Sudah sekitar 1,5 tahun pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia. Segala daya dan upaya sudah dilakukan Pemerintah Indonesia dan didukung Masyarakat Indonesia untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi.

Pemerintah Indonesia tidak berhenti untuk melakukan upaya merespon pandemi Covid 19 dengan mengambil langkah-langkah extraordinary yaitu memberikan stimulus ekonomi dan keuangan. Program Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) diarahkan untuk menangani dampak kesehatan dari pandemi Covid-19, serta memulihkan perekonomian nasional secara cepat dan responsif.

Sekalipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi, namun semangat untuk melakukan pemulihan ekonomi terus dilakukan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Sidang Paripurna DPR RI, Kamis (15/07) menyatakan berdasarkan data Asian Development Outlook pada April 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 relatif lebih baik dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi negara di Asia Tenggara yang berada pada minus 4,0 persen.

Optimisme atau semangat mendukung pertumbuhan ekonomi juga disampaikan oleh Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma, Tbk., saat berbincang dengan Vibiznews dalam Program Vibiznews Dialogue & Opinion.

Vidjongtius menyatakan optimisme atau semangat penting sekali. Vidjongtius memberikan gambaran seperti seandainya terkena sakit, maka jika kita memiliki semangat akan sembuh, maka kesembuhan bisa lebih cepat terjadi.

Demikian juga dalam perekonomian, siapapun sebagai pelaku pasar dalam ekonomi jika kita semua semangat dan optimis, maka pemulihan ekonomi dapat terjadi.

Vidjongtius menyatakan ada 3 hal penting untuk mewujudkan optimisme dan semangat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini :
1. melakukan improvement
2. mencari solusi
3. menghasilkan sesuatu yang baik (value added)

Jika ketiga hal ini disatukan dan dilakukan maka akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19 ini.

Optimisme tersebut juga dijabarkan oleh Vidjongtius bahwa sejak awal pandemi perusahaannya terus bergerak baik dari pengadaan yang sifatnya impor maupun produksi dalam negeri, terus mengembangkan layanan distribusi dan layanan online, baik obat-obatan covid-19, juga vaksin, untuk pasien-pasien di rumah-rumah sakit maupun yang isolasi mandiri di rumah. Hal ini sangat bermanfaat dan mendukung masyarakat yang membutuhkan pengobatan Covid-19 ini.

Vidjongtius sendiri optimis dengan terus melakukan usaha yang mendukung masyarakat di masa pandemi ini akan memberikan hasil yang baik juga bagi bisnis perusahaannya. Untuk pertumbuhan bisnis Kalbe Farma sendiri, Vidjongtius menyatakan untuk kuartal kedua ini lebih baik dari kuartal pertama, dimana target pertumbuhan 5-6 persen dapat dilewati.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here