Dinamika Arah Kebijakan Moneter dan Ekonomi AS — Global Market Outlook, 2-6 August 2021

487

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar nampaknya berusaha mencerna kembali pernyataan ketua the Fed yang dovish, sementara Presiden Federal Reserve St. Louis mengatakan the Fed harus mulai mengurangi $120 miliar pembelian obligasi bulanan musim gugur ini.
  • Pasar juga akan mencermati data ekonomi penting pekan depan, ISM dan Markit Manufaktur dan Jasa dari Amerika dan Eropa, juga data Non-Farm Payrolls AS.
  • Pasar terus memonitor perkembangan varian virus corona Delta yang melanda kawasan Asia dan beberapa negara di Eropa.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 198 juta orang terinfeksi di dunia dan 4.2 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau bias melemah, harga emas bangkit, dan US dollar melemah.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 2-6 Agustus 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan melemah tertekan pernyataan dovish ketua the Fed Jerome Powell yang menyatakan kenaikan suku bunga masih jauh, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir melemah ke 92.18. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau naik ke 1.1867. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1965 dan kemudian 1.2095, sementara support pada 1.1802 dan 1.1702.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3898 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4008 dan kemudian 1.4134, sedangkan support pada 1.3794 dan 1.3688. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir turun ke level 109.68.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.23 dan 111.14, serta support pada 109.02 serta level 108.41. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7337. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7601 dan 0.7724, sementara support level di 0.7300 dan 0.7258.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah terpicu tekanan koreksi pada saham sektor teknologi meski the Fed bersikap dovish. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 27,283. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 28,118 dan 29,371, sementara support pada level 27,065 dan 26,790. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir anjlok ke level 25,901. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26,456 dan 27,228, sementara support di 25,439 dan 24,667.

Bursa saham Wall Street minggu lalu melemah tertekan koreksi profit taking dan anjloknya saham Amazon. Dow Jones secara mingguan turun ke level 34,935.47, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 35,053 dan 35,124, sementara support di level 33,752 dan 33,279. Index S&P 500 minggu lalu terkoreksi ke level 4,395.26, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,413 dan 4,456, sementara support pada level 4,300 dan 4,230.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau kembali rebound menguat dari koreksi sebelumnya, terpicu oleh sikap dovish the Fed dan melemahnya dollar AS, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,813.78 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1853 dan berikut $1903, serta support pada $1750 dan $1722.

 

Isyu gejolak pasar karena pandemi virus yang memanjang dan timbulnya varian baru yang lebih ganas terus mengemuka. Isyu lain, seperti prospekthe Fed untuk mulai mengurangi pembelian obligasi (tapering) dan menaikkan suku bunganya bisa begitu menggerakkan pasar. Kita melihat bahwa faktor fundamental ekonomi, serta juga politik, begitu signifikan dalam memengaruhi pasar. Bagi investor lokal yang, katakanlah, bukan berlatar belakang pendidikan ekonomi kadang tidak mudah untuk memahami dinamika berbagai indikator perekonomian dan yang terkait tersebut. Kendala itu bukan merupakan masalah kalau Anda terus menyimak berita dan analisis pasar di vibiznews.com. Banyak orang telah mengakuinya. Terima kasih tetap bersama kami karena kami hadir demi mendukung sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here