Likuiditas Berlimpah, Minat Asing Terhadap SBN Tinggi, Lelang SUN 3 Agustus Diproyeksikan Ramai

173

(Vibiznews – Bonds & Mutual Fund) – Berdasarkan Laporan Bank Indonesia (BI) tentang Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah tanggal 30 Juli 2021, maka data transaksi Bank Indonesia (BI) periode 26 Juli 2021 hingga 29 Juli 2021, terdapat arus nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp 640 miliar.Terdiri dari beli neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1,12 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 470 miliar.

Hal ini menunjukkan investor asing masih berminat terhadap SBN dan hal ini ditopang juga dengan tren positif kondisi pasar SBN yang tercermin dari hasil lelang SBN dan SBSN yang terus tinggi dalam sebulan terakhir. Sementara di secondary market, pergerakan yield SBN 10 tahun juga trennya menguat.

Dengan demikian lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar Pemerintah besok, Selasa (3/8) diperkirakan jumlah penawaran yang masuk masih akan tetap tinggi mengingat likuiditas yang ada saat ini masih berlimpah, peminatnya masih tetap tinggi baik dari investor domestik maupun investor asing.

Lelang besok diperkirakan angka penawaran yang masuk bisa mencapai angka Rp 80 triliun, jika dilihat dari penawaran yang masuk pada lelang SUN terakhir pada tanggal 21 Juli 2021 yang mencapai Rp 95,55 triliun. Namun pasar juga akan mencermati pengumuman terkait kelanjutan PPKM yang akan diumumkan hari ini.

Pada lelang Selasa besok, seri obligasi tenor 5 dan 10 tahun akan menjadi incaran para peserta lelang di mana kelompok perbankan masih akan mendominasi. Kedua seri tersebut akan diburu karena merupakan seri benchmark pada tahun depan, serta saat ini persediaannya masih terbatas.

Pemerintah sepertinya masih akan dalam posisi konservatif dan memenangkan sesuai dengan target bawah, yakni target indikatif sebesar Rp 33 triliun – Rp 49,5 triliun dari tujuh seri yang ditawarkan.Ini sebagai bentuk bargaining power pemerintah untuk menunjukkan mereka tidak dalam posisi yang sangat membutuhkan pendanaan

Dari segi yield, penulis menilai, pergerakannya akan mengikuti kondisi pasar, yield SBN acuan 10 tahun akan berada pada kisaran 6,3%-6,4% pada Selasa besok.

Merujuk dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, ketujuh seri SUN yang akan dilelang adalah seri SPN (Surat Perbendaharaan Negara) dan FR (Fixed Rate). Lelang ini dilakukan guna memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021.

Berikut ketujuh seri SUN yang akan dilelang:
1. SPN12211104 yang jatuh tempo pada 4 November 2021 dengan imbalan diskonto
2. SPN12220527 yang jatuh tempo pada 27 Mei 2022 dengan imbalan diskonto
3. FR0090 yang jatuh tempo pada 15 April 2027 dengan imbalan 5,125%.
4. FR0091 yang jatuh tempo pada 15 Februari 2032 dengan imbalan 6,375%.
5. FR0088 yang jatuh tempo pada 15 Juni 2036 dengan imbalan 6,25%
6. FR0092 yang jatuh tempo pada 15 April 2042. dengan imbalan 7,125%.
7. FR0089 yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2051 dengan imbalan 6,875%

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here