Ciputra Development (CTRA): Akan Bagikan Dividen Tunai Senilai Rp.157,5 Miliar, Rp.8,5 per Saham

248

(Vibiznews – IDX Stocks) – Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) akan membagikan dividen tunai senilai Rp157,5 miliar atau Rp8,5 per saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara elektronik pada Kamis (29/7/2021), CTRA menyetuji pembagian dividen tunai Rp157,5 miliar atau Rp8,5 per saham.

“Dividen tunai ini sekitar 12 persen dari lokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2020,” papar Direktur Utama CTRA Candra Ciputra, dalam siaran pers.

CTRA mencatatkan laba bersih Rp1,3 triliun dari total pendapatan Rp8 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari segmen pengembangan properti yang meliputi penjualan rumah, ruko, tanah, apartemen, dan perkantoran senilai Rp6,5 triliun.

Adapun, dari pendapatan berulang yang meliputi pusat perbelanjaan, hotel, sewa kantor, dan rumah sakit, CTRA mengantongi Rp1,4 triliun.

Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk. membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp3,5 triliun hingga akhir semester I/2021.

Direktur Ciputra Development Harun Hajadi mengatakan perolehan marketing sales perseroan hingga Juni 2021 sekitar Rp3,5 triliun atau 59,62 persen dari target yang dipatok tahun ini senilai Rp5,87 triliun Marketing sales sampai Juni kurang lebih Rp3,5 triliun.

Adapun, realisasi marketing sales dari emiten dengan kode saham CTRA itu menanjak 89 persen secara tahunan. Insentif yang digelontorkan pemerintah pada awal tahun saat suku bunga berada di level terendah sepanjang sejarah disebut menjadi pendorong kenaikan angka prapenjualan tersebut.

Pemerintah memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 100 persen dari PPN terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar.

Sementara itu, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen. Kendati prapenjualan properti terbilang semarak pada paruh pertama tahun ini, tantangan kembali dari pandemi Covid-19 dengan angka kasus positif yang menanjak sejak akhir semester I/2021.

Manajemen menilai apabila PPKM maupun PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah ini menjadi berkepanjangan tentunya akan berdampak lagi pada penjualan properti di semester II/2021. Karena akan membatasi mobilitas masyarakat, sedangkan properti sebagai big ticket item, orang masih perlu melihat barangnya. Maka terjadi penundaan pembelian, inilah yang menjadi dampak terhadap penjualan.

Perusahaan yang hendak membagikan dividen akan mengeluarkan tanggal-tanggal penting yang perlu diperhatikan oleh investor.

Umumnya, dalam jadwal pembagian dividen, baik itu dividen tunai maupun dividen interim, suatu perusahaan pasti mencantumkan keterangan tanggal seperti cum date, ex date, recording date, dan payment date.

Mengutip dari Instagram resmi Bursa Efek Indonesia (@indonesiastockexchange), ini empat tanggal penting saat pembagian dividen:
1. Cum Date Cum date merupakan tanggal terakhir investor yang ingin memiliki saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan. Artinya, jika seorang investor ingin mendapatkan dividen maka cum date adalahnya hari terakhir investor bisa membeli saham perusahaan tersebut.
2. Ex Date Ex date adalah tanggal dimana pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari suatu perusahaan. Umumnya, tanggal ex date dividen dijadwalkan satu hari kerja setelah tanggal cum dividen.
3. Recording Date Recording date merupakan tanggal dimana sebuah perusahaan melihat dan mencatat investor mana saja yang akan mendapatkan dividen.
4. Payment Date Terakhir, payment date adalah tanggal pembayaran dividen dari perusahaan kepada pemegang saham. Biasanya jadwal pembayaran dividen jatuh kurang lebih dari 3 minggu setelah ex date.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here