Harga Kopi Naik Karena Pengaruh Kerusakan Pohon Dapat Mengurangi Hasil Panen

350

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi naik pada penutupan pasar hari Selasa karena kerusakan dari pohon kopi di Brazil dapat mengurangi outlok hasil panen kopi di 2022.

Harga kopi Arabika September di ICE New York naik $2.05 (1.19%) menjadi $174.85 dan harga kopi Robusta September di ICE London naik 1.08%.

RR Consultan Rural mengatakan pada hari Selasa bahwa perubahan suhu pada 30 hari terakhir di Brazil akan menimbulkan kerusakan pada tanaman kopi di beberapa daerah perkebunan kopi. Kekhawatiran akan berkurangnya hasil panen dari kopi Arabika setelah Somar Meteorologia pada hari Selasa mengatakan bahwa hujan diperkirakan tidak turun sampai pertengahan bulan.

Pada hari Senin, harga kopi Arabika turun ke harga terendah 1 ½ minggu terendah dan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 2 ½ minggu akibat kerusakan dari cuaca beku berkurang. Hujan yang turun di Brazil juga menjadi faktor turunnya harga kopi, Somar Meteorologia pada hari Senin mengatakan minggu lalu curah hujan 8.7 mm atau 229% dari rata-rata Minas Gerais, daerah perkebunan kopi terbesar di Brazil.

Pembelian terjadi pada hari Senin sehingga harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 6 ¾ tahun karena pengaruh dua risiko kekeringan dan pembekuan dari tanaman kopi Brazil. Tanaman kopi Brazil mengalami penurunan produksi karena kekeringan dan dua kali pembekuan dalam waktu satu bulan. Rural Clima memperkirakan akan ada cuaca beku di Minas Gerais dari 28 –30 Juli.

Marex memperkirakan produksi kopi Arabika di Brazil di 2022/23 turun 17% dari tahun lalu menjadi 42.7 juta kantong karena pembekuan dan kekeringan. Produksi kopi Brazil 40% dari produksi kopi seluruh dunia

Rural Clima mengatakan bahwa suhu udara di selatan Minas Gerais perkebunan kopi terbesar di Brazil suhunya terendah selama 27 tahun, pembekuan akan membakar daun dan batang dari pohon kopi, sehingga hasil panen di Brazil di 2022 akan turun. Menurut ECOM Research, panen diperkirakan akan turun pada tahun depan antara 4.05 juta kantong sampai 5.2 juta kantong. Perkiraan Ecom’s untuk kopi Arabika di 2022/23 sebesar 48 juta kantong, dan kerugian sekitar 8% sampai 11% dari total panen.

Kekurangan hujan di Brazil merupakan factor yang menaikkan harga kopi. Menurut Rural Clima kelembaban di Minas Gerais hanya 20%, di bawah dari kelembaban minimal yang diperlukan oleh pohon kopi sebesar 60%. Kekeringan ini paling parah dalam 100 tahun.

Harga kopi Robusta sempat naik pada hari Senin karena turunnya persediaan kopi dari Vietnam, produsen kopi Robusta terbesar di dunia karena kekurangan container untuk pengiriman kopi Robusta sehingga ekspor kopi Robusta Vietnam terbatas menurut laporan dari Vietnam’s General Statistics Office yang melaporkan pada Rabu lalu ekspor kumulatif dari Januari – Juli turun 9.3% dari tahun lalu menjadi 953,000 MT. ICO pada pada 13 Juli melaporkan bahwa ekspor kopi Robusta global dari Oktober sampai Mei turun 4.2% dari tahun lalu menjadi 31.435 juta kantong.

The International Coffee Organization (ICO) pada 5 Juli menaikkan perkiraan surplus kopi di 2020 – 2021 sebesar 12% menjadi 2.26 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.02 juta kantong. ICO juga melaporkan pada 13 Juli bahwa total ekspor kopi global dari Oktober sampai Mei naik 2.2 % dari tahun lalu menjadi 87.299 juta kantong.

CEO Colombia’s National Federation of Coffee Growers mengatakan bahwa ekspor kopi dapat berjalan kembali dan diperlukan waktu 2 bulan untuk mengirim kopi yang sudah ditunda. Ekspor kopi Colombia turun 52% dari tahun lalu menjadi 427,000 kantong setelah pemblokiran jalan sehingga sulit mengirim hasil kopi dari petani ke pelabuhan

CONAB pada 25 Mei memperkirakan produksi kopi Brazil di 2021 akan turun 23% dari tahun lalu ke jumlah terendah 4 tahun di 48.8 juta kantong.

Persediaan kopi yang dalam pengawasan ICE naik selama 7 bulan terakhir. Persediaan kopi Arabika hari Rabu lalu naik ke jumlah tertinggi 1 1/2 tahun menjadi 2.190 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 5 Oktober di 1.096 juta kantong. Persediaan kopi Robusta pada 20 Mei naik ke jumlah tertinggi 3 ¾ tahun sebesar 16,017 lot naik dari jumlah terendah 4 1/4 tahun di 14,516 lot pada hari Jumat lalu. Persediaan kopi dalam pengawasan ICE pada hari Selasa sebesar 2.176 juta kantong.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $168, dan berikut ke $152 sedangkan resistant pertama di $190 kemudian ke $200 .

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here