Nikkei 4 Agustus Kembali Tertekan Masalah Covid-19 di Jepang

220

(Vibiznews – Indeks) – Harga saham di bursa Jepang kembali jatuh untuk sesi kedua berturut pada  perdagangan  hari Rabu (4/8/2021) karena kekhawatiran tentang penyebaran cepat varian Delta virus corona. Namun indeks Nikkei sempat bergerak bullish oleh laporan kuartalan optimis beberapa perusahaan besar.

Sentimen investor tertekan setelah kepala Asosiasi Medis Jepang menyerukan keadaan darurat nasional. Sementara itu, pemerintah dapat mempertimbangkan untuk membatalkan kebijakan baru yang kontroversial yang meminta pasien COVID-19 dengan gejala yang kurang serius untuk diisolasi di rumah daripada pergi ke rumah sakit. Berita bahwa kinerja sektor swasta Jepang menyusut untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Juli juga melemahkan sentimen.

3 Perusahaan besar  melaporkan kuartalan optimis seperti Toyota Motor yang membukukan rekor laba operasional kuartalan karena penjualan rebound. Saham Daikin melonjak 6,3% setelah produsen AC tersebut membukukan pertumbuhan laba yang lebih kuat dari perkiraan. Saham Nippon Steel melonjak 3,1% setelah pembuat baja top negara itu menaikkan estimasi laba bersihnya untuk tahun ini lebih dari 50%.

Berita Nikkei lainnya di Telegram Vibiznews

Indeks harian Nikkei ditutup turun 58 poin atau 0,2% lebih rendah menjadi 27.584,84. Demikian untuk indeks Topix turun 0,50% menjadi 1.921,43. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan September 2021 bergerak  negatif  dengan melemah 10 poin atau 0,04% ke posisi 27590.

Saham Nippon Yusen melonjak 5,5% setelah persahaan pengirim tersebut mencatat laba kuartalan yang luar biasa dan meningkatkan panduan tahunannya. Saham Z Holdings naik 9,8% setelah perusahaan layanan internet tersebut melaporkan pertumbuhan laba kuartalan yang cepat.

Untuk pergerakan saham yang lemah seperti saham  Nichirei Corp turun 12,3% setelah perusahaan produk makanan beku, yang mendapat manfaat dari peningkatan permintaan yang dipicu pandemi, melaporkan laba kuartalan yang secara mengejutkan lemah. Saham perusahaan game terus tertekan setelah  media pemerintah China mengeluarkan artikel menggambarkan game online sebagai candu spiritual, seperti saham Koei Tecmo kehilangan 3,1%, sementara Nexon turun 1,0%.

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here