Harga Kakao Turun dari Harga Tertinggi 2 Bulan

355

(Vibiznews – Commodity) – Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu turun dari harga tertinggi 2 bulan karena menguatnya indeks dolar AS.

Harga kakao September di ICE New York turun $33 (1.36%) menjadi $2,393 per ton dan harga kakao September turun 0.61%.

Harga kakao sempat naik pada perdagangan pagi hari karena cuaca kering curah hujan sedikit di Afrika mengganggu tanaman kakao sehingga harga kakao naik ke tertinggi 2 bulan, namun menguatnya indeks dolar AS membuat terjadi aksi jual. Laporan dari petani di Ivory Coast dan Ghana hujan turun sedikit selama 2 minggu terakhir sehingga tanah-tanah mengering dan dapat membuat hasil kakao sedikit.

Persediaan kakao di Ivory Coast melimpah laporan dari pemerintah Ivory Coast pada hari Senin bahwa petani mengirimkan 2.36 MMT kakao dari 1 Oktober sampai 1 Agustus naik 5.8% dari tahun lalu.

Harga kakao cenderung turun karena penyebaran covid delta yang semakin meningkat sehingga dapat menurunkan aktivitas perekonomian dan akan mengurangi permintaan komoditas termasuk kakao. Penyebaran virus covid Delta membuat terjadinya lockdown di Asia dan Australia akan mengurangi aktivitas ekonomi sehingga mengganggu permintaan komoditi termasuk kakao.

Rata-rata penderita covid baru selama 7 hari terakhir di AS naik ke jumlah 5 1/2 bulan tertinggi pada hari Senin kemarin 90,470.

Meningkatnya persediaan kakao di Ghana, negara penghasil kakao terbesar ke dua di dunia sehingga harga kakao turun, The Ghana Cocoa Board membeli 1,005,070 MT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai15 Juli, jumlah tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

The International Cocoa Organization (ICCO) pada 31 Mei menaikkan perkiraan produksi kakao global menjadi 5.02 MMT naik 6.3% dari tahun lalu. ICCO menaikkan surplus kakao global di 2020/21 menjadi 165,000 MT dari perkiraan Februari surplus 102,000 MT.

Persediaan kakao yang dalam pengawasan ICE melimpah naik ke jumlah tertinggi. Persediaan kakao dalam pengawasan ICE pada 30 Juni hari Rabu sebesar 5.860 juta kantong.

Permintaan kakao global meningkat dan merupakan faktor positif bagi harga kakao. The Cocoa Association of Asia pada 16 Juli mengatakan pada kuartal ke 2 kakao yang digiling di Asia naik 9% dari tahun lalu menjadi 220,865 MT naik 4% diatas perkiraan mencapai rekor pada Q2. The National Confectioners Association bahwa permintaan kakao di Amerika Utara di Q1 naik 11.7% dari tahun lalu menjadi 123,719 MT naik 6% dari tahun lalu. Permintaan kakao Eropa naik setelah European Cocoa Association melaporkan pada hari Selasa bahwa kakao yang di giling di kuartal 2 di Eropa naik 14% dari tahun lalu menjadi 356,854 MT lebih baik dari perkiraan yang naik 7.5% dari tahun lalu kenaikan pada kuartal ke dua tertinggi dalam 10 tahun.

Analisa tehnikal untuk kakao support pertama di $2.370 dan berikut di $2,310 sedangkan resistant pertama di $2, 460 dan berikut di $2,550.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here