Capai Target Net Zero Emission Dibutuhkan Kerja Keras, Kebijakan Dan Pendanaan

554
Sumber : Kemenkeu

(Vibiznews – Economy & Business) – Perubahan iklim dunia yang semakin tidak menentu membuat kita mulai memikirkan penggunaan energi terbarukan (renewable energy) sebagai pengganti energi fosil (non renewable energy) yang selama ini banyak digunakan.  Komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 harus terus dilakukan secara konsisten. Tidak hanya melibatkan kerja keras dan kebijakan, namun pendanaan sangat dibutuhkan. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Webinar Sustainability Action For The Future Economy 2021, Kamis (26/08).

“Pendanaan yang paling besar justru nanti akan terlihat pada strategi energi dan transportasi yang tadi kontribusinya adalah 11%, namun dia akan memakan dana yang sangat besar, untuk memindahkan energi kita dari non renewable menjadi renewable,” ungkap Menkeu.

Mengubah transportasi yang saat ini ada di Indonesia menjadi mass transportation, membutuhkan biaya investasi yang besar. APBN tidak dapat melakukannya sendiri. Pemerintah memperbaiki iklim investasi terutama untuk proyek yang mendukung upaya menangani perubahan iklim.

“Pemerintah sudah melakukan reform seperti omnibus law cipta kerja yang mengubah sangat radikal kebijakan mengenai investasi. Tentu ini akan banyak memberikan dampak positif bagi Indonesia untuk bisa menarik investasi dan teknologi di bidang pembangunan berkelanjutan, apakah itu green project maupun berbagai project baik untuk mitigasi maupun adaptasi,” jelas Menkeu.
juga menggunakan instrumen fiskalnya untuk menarik investasi yang berhubungan dengan green project dengan memberikan insentif tax holiday, tax allowance, dan juga fasilitas PPN. Selain itu, promosi untuk renewable energy dan investasi di bidang sektor pertanian juga diharapkan konsisten dengan komitmen penanganan perubahan iklim.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus berupaya agar akses pendanaan untuk perubahan iklim terus terjaga dan terlindungi. Berbagai kebijakan diusahakan antara lain dengan budget tagging APBN, menggunakan instrumen perpajakan, instrumen transfer ke daerah, belanja negara, dan pembiayaan digunakan untuk mengkatalis pendanaan perubahan iklim. Special Mission Vehicle Kemenkeu seperti PT SMI dan PT PII juga membentuk blended finance dalam mewujudkan program perubahan iklim.

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here