Harga Kakao Turun Karena Indeks Dollar AS Menguat

287

(Vibiznews – commodity) Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu turun karena indeks dollar menguat ke kurs tertinggi 1½ minggu sehingga memicu aksi jual di pasar berjangka.

Harga kakao Desember di ICE New York turun $17 (0.63%) menjadi $2,709 perton dan harga kakao di London turun 0.76%.

Sebenarnya tren harga kakao sedang naik karena tanda bahwa permintaan coklat meningkat di AS, setelah IRI melaporkan pada hari Jumat lalu penjualan retail coklat di AS sampai 8 Agustus naik 6.3% dari tahun lalu.

Persediaan kakao turun sehingga meningkatkan harga kakao setelah ICE memonitor persediaan kakao di AS pada hari Kamis lalu turun ke jumlah terendah 3 bulan, turun ke jumlah tertinggi 5.86 juta kantong (data dari 1999) pada 30 Juni. Laporan dari Gepex, 6 perusahaan coklat terbesar pada hari Senin bahwa permintaan kakao yang digiling dari Gepex meningkat 7.3% dari tahun lalu menjadi 50,088 MT.

Harga kakao melanjutkan penurunan pada hari Selasa setelah ICCO menaikkan perkiraan produksi kakao global di 2020/21 menjadi 5.14 MMT Dari perkiraan sebelumnya 5.02 MMT dan menaikkan perkiraan surplus kakao global menjadi 230,000 MT dari perkiraan sebelumnya 165,000 MT.

Persediaan kakao melimpah menurut laporan dari pemerintah Ivory Coast pada hari Senin yang mengatakan petani mengirim 2.42 MMT kakao ke Ivory Coast dari 1 Oktober – 5 September naik 6.1% dari tahun lalu.

Meningkatnya persediaan kakao di Ghana, negara penghasil kakao terbesar ke dua di dunia sehingga harga kakao turun, The Ghana Cocoa Board pada hari Kamis membeli 1,03 MMT kakao dari petani pada 1 Oktober sampai 19 Agustus, jumlah tertinggi dalam 10 tahun terakhir. the Ghana Cocoa Board mengakhiri pembelian kakao untuk 2020/21 pada 3 September.

Harga kakao cenderung turun karena penyebaran covid delta yang semakin meningkat sehingga dapat menurunkan aktivitas perekonomian dan akan mengurangi permintaan komoditas termasuk kakao. Penyebaran virus covid Delta membuat terjadinya lockdown di Asia dan Australia akan mengurangi aktivitas ekonomi sehingga mengganggu permintaan komoditi termasuk kakao.

Rata-rata penderita covid baru selama 7 hari terakhir di AS naik ke jumlah 7 ¼ bulan tertinggi pada hari Rabu lalu 167,680.

Permintaan kakao global meningkat dan merupakan faktor positif bagi harga kakao. The Cocoa Association of Asia pada 16 Juli mengatakan pada kuartal ke 2 kakao yang digiling di Asia naik 9% dari tahun lalu menjadi 220,865 MT naik 4% diatas perkiraan mencapai rekor pada Q2. The National Confectioners Association bahwa permintaan kakao di Amerika Utara di Q1 naik 11.7% dari tahun lalu menjadi 123,719 MT naik 6% dari tahun lalu. Permintaan kakao Eropa naik setelah European Cocoa Association melaporkan pada 13 Juli bahwa kakao yang di giling di kuartal 2 di Eropa naik 14% dari tahun lalu menjadi 356,854 MT lebih baik dari perkiraan yang naik 7.5% dari tahun lalu kenaikan pada kuartal ke dua tertinggi dalam 10 tahun.

Analisa tehnikal untuk kakao support pertama di $2,600 dan berikut di $2,540 sedangkan resistant pertama di $2,710 dan berikut di $2,740.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here