Pelaku Usaha dan Perbankan Sambut Baik Implementasi LCS Indonesia – Tiongkok

206
Sumber: Bank Indonesia

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Untuk mewujudkan pemulihan ekonomi nasional Bank Indonesia terus berupaya dan melakukan inisiasi kerangka kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan menggunakan mata uang lokal yang dikenal dengan Local Currency Settlement (LCS) dengan berbagai negara, salah satunya adalah dengan Tiongkok. Ternyata pelaku usaha dan perbankan di Indonesia dan Tiongkok menyambut baik inisiatif Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBC) terkait implementasi kerangka kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) antara kedua negara.

Implementasi LCS memberikan banyak manfaat antara lain (i) biaya konversi transaksi menjadi lebih efisien, (ii) tersedianya alternatif pembiayaan ekspor/direct investment dalam mata uang lokal, (iii) tersedianya alternatif instrumen hedging dalam mata uang lokal, dan (iv) diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi. Demikian topik yang mengemuka dalam kegiatan webinar “Local Currency Settlement: Benefits & Practices for Business” yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan BI Beijing pada hari Rabu (8/9) secara virtual. Webinar ini dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dari kalangan pelaku dunia usaha dan perbankan yang berdomisili di Indonesia maupun Tiongkok.

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo, dalam sambutan kegiatan menyampaikan harapan agar kerangka LCS ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan aktif oleh pelaku usaha guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Lebih lanjut Dody menyampaikan kerja sama LCS terus menunjukkan perkembangan positif dan berpotensi untuk terus ditingkatkan, baik dari segi nilai transaksi, frekuensi, maupun jumlah pengguna.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menyampaikan inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia dan People’s Bank of China (PBC) dapat meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok. “Saya juga optimis bahwa keterkaitan ekonomi antara Indonesia dengan Tiongkok akan semakin kuat antara lain didukung oleh komitmen kedua negara untuk meningkatkan jalinan hubungan kerja sama ke depan”, ungkap Djauhari.

Panji Irawan, Direktur Treasury dan Internasional Banking Bank Mandiri, menyampaikan Bank Mandiri sebagai salah satu Bank yang ditunjuk menjadi Appointed Cross Currency Dealers (ACCD) mengapresiasi langkah BI dan PBC serta siap mendukung penuh pelaksanaan LCS. Implementasi LCS memiliki potensi yang besar untuk terus didorong, sejalan dengan terus meningkatnya tren transaksi dan direct investment antara Indonesia dan Tiongkok.

Implementasi kerangka kerja sama LCS antara Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan terhadap Rupiah dan mendorong pengembangan pasar mata uang valas non-USD di regional. Kerangka kerja sama LCS antara Indonesia dan Tiongkok meliputi antara lain penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung dalam transaksi antara mata uang Rupiah dan Yuan, serta relaksasi regulasi tertentu untuk mendorong penggunaan mata uang lokal.

Sejak tahun 2018 BI telah menginisiasi kerja sama LCS dengan Malaysia dan Thailand untuk mendorong penggunaan mata uang lokal oleh pelaku usaha dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral kedua negara. Selanjutnya, pada Agustus 2020 kerja sama serupa juga telah diimplementasikan dengan Jepang dan pada tanggal 6 September 2021 kerja sama LCS ini juga sudah efektif diimplementasikan dengan Tiongkok. Untuk mendorong implementasinya, BI akan senantiasa berkoordinasi dengan K/L terkait agar kerja sama LCS banyak digunakan oleh pelaku usaha di Indonesia, difasilitasi oleh bank yang ditunjuk sebagai Appointed Cross Currency Dealers (ACCD).

Sumber: Bank Indonesia

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here