Antara Rencana Tapering dan Lambatnya Pemulihan — Global Market Outlook, 13-17 September 2021 by Alfred Pakasi

514

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Sikap the Fed dan ECB yang dovish terhadap rencana tapering membuat adanya pergeseran minat investor ke aset yang lebih berisiko.
  • Pasar terus memerhatikan penyebaran varian Delta di seluruh dunia yang berpotensi memperlambat pemulihan pertumbuhan ekonomi global.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 224.7 juta orang terinfeksi di dunia dan 4.63 juta orang meninggal, dan menyebar ke 220 negara dan teritori.

Pasar saham dunia terpantau mixed, harga emas terkoreksi, dan US dollar berupaya bangkit.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 13-17 September 2021.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan bangkit menguat terbatas di tengah naiknya permintaan risk asset setelah rilis pembicaraan antara Presiden AS dan China sementara sebelumnya dollar merupakan pilihan sebagai safe haven, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat terbatas ke 92.64. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.1808. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1909 dan kemudian 1.1975, sementara support pada 1.1735 dan 1.1663.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah tipis ke level 1.3824 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3892 dan kemudian 1.3982, sedangkan support pada 1.3679 dan 1.3451. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik tipis ke level 109.87. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.80 dan 111.14, serta support pada 108.72 serta level 108.41. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7349. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7601 dan 0.7724, sementara support level di 0.7222 dan 0.7106.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat dipimpin bursa Jepang dan melejitnya sektor saham teknologi. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat tajam ke level 30,381. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 30,485 dan 30,715, sementara support pada level 29,469 dan 27,481. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir naik ke level 26,206. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26,878 dan 27,228, sementara support di 24,581 dan 24,232.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir melemah dalam koreksi yang cukup tajam oleh kekhawatiran investor atas prospek pemulihan ekonomi Amerika di tengah naiknya kasus virus varian Delta dan melonjaknya inflasi. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 34,507.73, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 35,510 dan 35,631, sementara support di level 34,556 dan 33,981. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 4,464.0, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,530 dan 4,551, sementara support pada level 4,352 dan 4,232.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi dari 1,5 bulan terkuatnya oleh ketidakjelasan tapering timeline dari the Fed yang membuat investor menunggu sementara dollar rebound bertahap, sehingga harga emas spot secara mingguan terkoreksi ke level $1,787.10 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1834 dan berikut $1903, serta support pada $1770 dan $1677.

 

Pasar yang terus bergejolak belakangan ini membuat sejumlah forum diskusi di antara kalangan investor digiatkan. “Pasar mau ke mana?” begitu yang sering jadi topik hangat diskusi, apalagi kemungkinan tapering akan dilanjutkan kenaikan suku bunga the Fed. Memang benar hanya si pasar sendiri yang tahu arah pergerakan pasar. Namun demikian, perilaku pasar dapat dipelajari juga, bukan? Bagi mereka yang telah lama berpengalaman merasakan denyut naik turunnya pasar, biasanya akan cukup bijak untuk melihat pasar dari sudut “bird-eye view”. Vibiznews.com pastinya punya kapabilitas itu sebagai media spesialisasi investasi yang berpengalaman. Mari bersama kami memanfaatkan gerak pasar dan jadilah investor yang ‘profitable’. Tetaplah bersama kami, Anda akan terbantu dalam pengambilan keputusan investasi Anda. Terima kasih pembaca karena telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here