Pasar Keuangan Optimis, Positifnya Data Ekonomi — Domestic Market Outlook, 13-17 September 2021 by Alfred Pakasi

559

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Cadangan devisa RI dilaporkan melonjak signfikan per Agustus dan merupakan level tertingginya sepanjang sejarah.
  • Aliran modal masuk ke pasar keuangan Indonesia terus mengalir, cukup seimbang antara pasar SBN dan bursa saham. Rupiah tampil sebagai mata uang terkuat sekawasan Asia.
  • Kinerja penjualan eceran per Juli dilaporkan terus membaik.
  • Kembali, penurunan yang berlanjut pada kasus baru Covid-19 serta tingkat kesembuhan yang tinggi mengangkat optimisme pasar.

Untuk korban virus di Indonesia, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 4.158 ribu orang terinfeksi, 3.901 ribu sembuh dengan tingkat kesembuhan tinggi 93,9%, dan 138 ribu lebih orang meninggal.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona, prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 13-17 September 2021.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi setelah dua minggu rally dalam pergerakan yang sideways di sekitar area konsolidasinya. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya menguat. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 0,52%, atau 32,048 poin, ke level 6.094,873. Untuk minggu berikutnya (13-17 September 2021), IHSG kemungkinan akan sideways dengan bias menguat. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.263 dan 6.358. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.938, dan bila tembus ke level 5.884.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu menguat di minggu ketiganya di tengah rilis rekor cadangan devisa RI sepanjang sejarah dan masih berlanjutnya aliran capital inflow ke pasar SBN, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat 0,42% ke level Rp 14.202. Rupiah terpantau mendekati sekitar 3 bulan tertingginya dan merupakan mata uang terkuat sekawasan Asia. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan turun yang tertahan, atau kemungkinan rupiah menguat agak tertahan karena mendekati overbought-nya, dalam range antara resistance di level Rp14.350 dan Rp14.447, sementara support di level Rp14.176 dan Rp14.143.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun tipis secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik tipis yields obligasi dan berakhir ke 6,155% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berlanjutnya aksi beli investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury menanjak bertahap pada tiga minggu ini.

===

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2021 tercatat sebesar 144,8 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2021 sebesar 137,3 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor. Ini merupakan posisi cadangan devisa yang tertinggi sepanjang sejarah. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) mengindikasikan kinerja penjualan eceran secara bulanan membaik pada Juli 2021. Seiring hal tersebut, responden memprakirakan kinerja penjualan eceran terus membaik pada Agustus 2021, tercermin dari IPR Agustus 2021 yang diprakirakan sebesar 196,5, atau secara bulanan tumbuh 4,3% (mtm). Responden menyampaikan prakiraan peningkatan tersebut sejalan dengan mobilitas yang mulai membaik seiring dengan relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat dan permintaan domestik yang meningkat.

Berdasarkan data transaksi 6-9 September 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp1,66 triliun terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rp0,81 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp0,85 triliun.

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah pemulihannya di tahun 2021 ini.

===

 

Pasar yang terus bergejolak belakangan ini membuat sejumlah forum diskusi di antara kalangan investor digiatkan. “Pasar mau ke mana?” begitu yang sering jadi topik hangat diskusi, apalagi kemungkinan tapering akan dilanjutkan kenaikan suku bunga the Fed. Memang benar hanya si pasar sendiri yang tahu arah pergerakan pasar. Namun demikian, perilaku pasar dapat dipelajari juga, bukan? Bagi mereka yang telah lama berpengalaman merasakan denyut naik turunnya pasar, biasanya akan cukup bijak untuk melihat pasar dari sudut “bird-eye view”. Vibiznews.com pastinya punya kapabilitas itu sebagai media spesialisasi investasi yang berpengalaman. Mari bersama kami memanfaatkan gerak pasar dan jadilah investor yang ‘profitable’. Tetaplah bersama kami, Anda akan terbantu dalam pengambilan keputusan investasi Anda. Terima kasih pembaca karena telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here