Rekomendasi Mingguan GBP/USD 13 – 17 September 2021: Kecenderungan Naik Terbatas?

900
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) Setelah melanjutkan kenaikannya pada awal minggu lalu, dan berhasil menembus 1.38 mengarah ke 1.3850 di 1.3844, GBP/USD mengakhiri minggu lalu turun ke 1.3830, ditengah data ekonomi Inggris GDP dan Neraca Perdagangan lemah. Pemulihan Sterling berakhir dan ada ancaman penurunan GBP/USD ke bawah 1.3765 memasuki level terendah dalam rentang tujuh bulan.

Perdagangan safe haven dollar AS menurun pada minggu lalu namun ancaman varian Delta dari Covid – 19 dan potensi the Fed akan tiba-tiba mengumumkan pengurangan dari pembelian obligasinya tetap menjadi proponen yang aktif terhadap dollar AS.

BoE bergerak ke arah kebijakan moneter yang lebih ketat, sebagaimana juga ECB dan Federal Reserve AS, meskipun tidak ada satupun dari bank sentral utama dunia ini yang mengatakan demikian. Ke tiga bank sentral utama dunia ini menjelaskan bahwa pergerakan kebijakan berikutnya adalah mengurangi dan bukannya mengakhiri langkah-langkah darurat yang telah diimplementasikan selama lebih dari 18 bulan.

Produksi industry dari Inggris pada bulan Juli muncul lebih baik daripada yang diperkirakan  walaupun manufaktur gagal membaik. Kekecewaan utama adalah GDP yang keluar jauh di bawah daripada yang diperkirakan.

Di AS, IBD/TIPP Economic Optimism Survey di bulan Agustus turun ke area kontraksi sementara pasar tenaga kerja di bulan Juli membukukan sejumlah rekor posisi terbuka selama lima bulan berturut-turut dan initial jobless claim turun ke level terendah di masa pandemic.

Pesimisme konsumen yang adalah fungsi dari inflasi, mengalami kenaikan yang tajam pada tahun ini. Producer Price Index untuk bulan Agustus naik ke 8.3% per tahun, meyakinkan bahwa harga konsumen akan terus mengganggu dengan kenaikannya.

Optimisme dari Presiden ECB Christine Lagarde secara relatif akan pemulihan di zona euro di dalam konferensi persnya pada hari Kamis hanya sedikit membuat dorongan naik terhadap euro atau membenamkan Sterling. Kepala Federal Reserve Jerome Powell juga menunjukkan respon yang sama terhadap janji melakukan pengurangan pada bulan Agustus.

Minggu ini, data makro ekonomi Inggris, unemployment, CPI, penjualan ritel untu bulan Agustus diperkirakan akan memberikan dukungan bagi Sterling, namun tanpa suatu kebijakan dari BoE yang lebih nyata, poundsterling sulit untuk mendapatkan pijakan yang baru.

Di AS, consumer prices dan penjualan ritel bulan Agustus menjadi pusat perhatian. Inflasi adalah faktor utama dibelakang penurunan sentimen konsumen dan dampaknya terhadap penjualan setelah penurunan yang tidak terduga di bulan Juli akan diperhatikan pasar dengan seksama. Apabila angka – angka yang keluar dari AS lebih lemah daripada yang diperkirakan, maka akan menguntungkan Sterling atas dollar AS.

Dengan absennya tren fundamental, pertimbangan tehnikal memuncak dengan kecenderungan naik, meskipun sulit untuk menembus rentang harga yang terbatas belakangan ini.

“Support” terdekat menunggu di 1.3807 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3760 dan kemudian 1.3700.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.3870 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3900 dan kemudian 1.3965.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here